Categories: BERITA UTAMA

Jerigen dan Kelapa Tua Sebagai Penyelamat

*Enam Warga PNG Hanyut 7 Hari di Perairan Jayapura

JAYAPURA- Enam orang warga PNG terombang ambing selama 7 hari 7 malam di perairan Jayapura tepatnya di 70 mil laut. Hal ini dikarenakan, mesin speed boat jatuh ke dalam air, Minggu (19/7)

WARGA PNG: Sejumlah warga PNG yang hanyut saat berada di Mako Satuan Polairud Polresta Jayapura Kota usai dievakuasi dari laut, Minggu (19/7) dini hari. ( FOTO: Humas Polresta Jayapura Kota for Cepos)

Adapun keenam orang warga PNG tersebut yakni  Jeffery Benjamin (25), Joseph Walter (44),  Finly Henry (20), Rebeca Nathan (50), Ruth Alberth (45) dan Doreen Pana (46).

Saat ditemukan, keenam warga PNG ini menyelamatkan diri menggunakan alat apung berupa satu unit spead boat ukuran 23 feet tanpa mesin, delapan jerigen kosong dan delapan ember besar berisi pakaian.

“Enam warga PNG ini pertama kali ditemukan oleh dua nelayan H. Nurdin dan Taufik, keduanya saat itu sedang mencari ikan,” ucap Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota AKP Jahja Rumra yang dikonfirmasi, Minggu (19/7).

Jahja menerangkan, sekira pukul 02:00 WIT, nelayan tersebut datang melapor ke Mako Satuan Polairud Polresta Jayapura menginformasikan adanya enam orang warga PNG yang  terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan terombang ambing di atas spead boat karena mesinnya hilang jatuh ke dalam laut.

“Selama tujuh hari tujuh  malam di lautan, mereka bertahan hidup dengan cara mengonsumsi kelapa tua yang berada di atas speed boat sampai ditemukan nelayan Indonesia dan diselamatkan,” terang Jahja.

Lanjut Jahja, personel Mako Satuan Polairud Polresta Jayapura Kota yang menerima laporan langsung memberikan pertolongan kepada korban dan dievakuasi ke Mako Satuan Polairud Polresta Jayapura Kota.

“Keenam warga PNG tersebut sudah diserahkan ke Imigrasi,” ucap Jahja.

Dirinya mengimbau kepada semua pihak jika melaut agar memeriksa terlebih dahulu keamanan sarana transportasi yang akan digunakan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mereka semua aman dan sudah dalam pengawasan Keimigrasian,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

1 day ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

1 day ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

1 day ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

1 day ago