

Ass 2 Suzana D Wanggai saat berbincang dengan orang tua dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi orang tua mahasiswa penerima beasiswa Otsus Papua, Senin (19/6). (Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melakukan pertemuan tertutup dengan orang tua dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi orang tua mahasiswa penerima beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) Papua, di lantai IV Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin (19/6) kemarin.
Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, pertemuan tersebut dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Dihadiri oleh Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, Plh Sekda Derek Hegemur, Ass 2 Suzana D Wanggai dan Kepala BPSDM Papua Aryoko A.F Rumaropen.
Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba menyampaikan, dalam pertemuan tersebut, ada beberapa poin penting yang disampaikan ke Pemerintah Provinsi Papua.
Poin pertama, menyangkut data mahasiswa penerima beasiswa Otsus perlu diverifikasi kembali. Kedua, tentang pembayaran tunggakan tahun 2022. Perlu dilaporkan, supaya orang tua dan masyarakat bisa tahu. Untuk memenuhi unsur akuntabilitas dari penggunaan keuangan oleh pemerintah.
“Ketiga, menyangkut alokasi anggaran tahun 2023. Untuk membiayai beasiswa dari 3.171 mahasiswa di tanah Papua, tapi secara khusus untuk mahasiswa Povinsi Papua yang berjumlah 1.717 orang,” ucap John kepada wartawan, Senin (19/6) malam.
Selain itu lanjut John, beberepa persoalan menimpa beberapa anak anak. Misalkan, ada dua anak dari New Zealand yang sudah kembali ke Papua akibat belum dianggarkannya dana beasiswa.
“Akibat belum dicairkannya anggaran beasiswa, ada juga beberapa mahasiswa yang saat ini sementara berada di KBRI Melboure dan KBRI Jerman,” ungkapnya. (fia)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…