Categories: BERITA UTAMA

Masih Ada Pendarahan, Kondisi Briptu Kristian Cukup Normal

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat membesuk Briptu Kristian Paliling di RSUD Nabire, Selasa (19/5). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Tidak hanya mengunjungi posko yang menjadi TKP perampasan senjata yang dilakukan oleh sekelompok orang, Jumat (15/5) lalu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab  membesuk Briptu Kristian Paliling di RSUD Nabire, Selasa (19/5). 

Briptu Kristian Paliling merupakan korban penganiayaan sekelompok orang dalam kejadian perampasan 3 pucuk senjata di Pospol Pendulangan Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw  menyampaikan, dari keterangan dokter yang menangani Briptu  Kristian, keadaannya cukup normal. “Kami lihat masih ada pendarahan-pendarahan, tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani.  Kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” ucap Kapolda Paulus Waterpauw dalam kunjungannya di Nabire, Selasa (19/5).

Briptu Kristian sendiri mengalami luka cukup parah seperti leher, punggung dan belakang kepala. Menurut Kapolda, korban mengalami penganiayaan serius.

Terkait dengan perampasan 3 pucuk senjata milik anggota Pospol Pendulangan Ndeotadi, Distrik Bogobaida, masih dilakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan ini, hingga hilangnya atau dirampasnya 3 pucuk senjata itu.

“Kita akan bicara dengan pemerintah setempat agar bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” kata Kapolda

Dirinya berharap, para tokoh untuk membantu hal ini. Disisi lain, Kapolda juga akan mengevaluasi posisi keadaan anggota di pos itu. Dimana kemungkinan jumlahnya diperbanyak dan diperlengkapi atau tidak.

Selain itu, dalam kunjungannya ke Nabire, Kapolda Papua juga memberikan arahan kepada anggota. Dirinya berharap agar anggota di Nabire dapat memetakan setiap daerah merah Covid, sehingga bisa menekan masyarakat agar untuk tetap tinggal di rumah. Namun harus juga disuplai dengan bantuan bahan makanan, dan paling tidak untuk daerah merah harus semua dirapid test.

Selain itu, anggota selalu bersinergi antara Polri dan TNI serta instansi terkait dalam menangani Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nabire. “Kalau bisa, anggota jangan menunggu, kita harus ber inisiatif tinggi,” pintanya.

“Anggota di lapangan harus mendatakan setiap pendistribusian Bansos, apabila ada permainan agar segera dibuatkan laporan,” sambungnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

3 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

3 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

3 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

3 days ago