

Turunkan Tim Masak Layani Korban Banjir
JAYAPURA- Sebanyak 800-an personel Kodam XVII/Cenderawasaih dikerahkan untuk membantu korban bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jayapura.
Dimana jumlah tersebut terdiri dari 600 personel satuan evakuasi, 50 personel pasukan masak, 60 personel seni tempur, 100 personel dari Lantamal Angkatan Laut ikut melakukan evakuasi dan 40 orang tenaga medis.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebutkan, saat ini Satuan Perbekalan dan Angkutan Kodam (Bekang Dam XVI/Cenderawasih) telah mendirikan posko bantuan dan dapur umum di Posko Gereja Marthen Luther, Lorong Salatiga, Distrik Sentani. Sementara satu posko pelayanan yang lain didirikan di Mako Yonif R 751/Wira Jaya Sakti.
“Dengan segala daya upaya Prajurit Bekangdam XVII/Cenderawasih bergelut dengan waktu untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat yang terkena bencana banjir Bandang,” ucap Kapendam M.Aidi, Senin (18/3).
Dikatakan, masing-masing dapur umum dilayani oleh 25 orang Prajurit Bekang, dengan kapasitas kemampuan memasak mampu melayani hingga 3.500 orang setiap dapur umum untuk setiap kali waktu makan, mereka mulai memasak dari jam 01.30 WIT sampai dengan pukul 05.00 WIT untuk konsumsi sarapan pagi, demikian selanjutnya untuk konsumsi makan siang dan malam.
“Prajurit Bekang memastikan makanan siap didistribusikan ke tenda-tenda pengungsi tepat waktu. Bekangdam mendiri 2 titik dapur umum untuk mencakup melayani masyarakat yang diperkirakan saat ini telah mencapai jumlah hampir hampir 6000 orang,” terangnya.
Agar lebih efektifitas karena tempatnya terpencar-pencar maka Kodam mendirikan sekaligus 02 unit dapur umum. Satu unit didirikan di kompleks gereja Marthen Luther Sentani, yang lainnya di Markas Komando Yonif RK 751/VJS. (fia/nat)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…