Categories: BERITA UTAMA

Terkait Paniai Berdarah, 3 Jenderal Beri Keterangan

Ahmad Taufan Damanik ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Tiga Jenderal memberikan keterangannya terkait dengan peristiwa Paniai Berdarah yang terjadi di Distrik Enarotali, Kabupaten Paniai pada 7 Desember tahun 2014 silam. Dimana dalam peristiwa tersebut empat anak sekolah tewas dan 22 lainnya luka-luka.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia Ahmad Taufan Damanik mengatakan, kasus Paniai berdarah hampir finish dan dipastikan pada akhir November tahun 2019, Komnas HAM akan launching hasil penyelidikan pelanggaran HAM berat Paniai.

“Paling  lambat  November akhir kasus Paniai berdarah selesai, sudah kita agendakan dan sudah banyak saksi yang memberikan keterangan termasuk  beberapa Jenderal yang kita anggap  mengetahui bagaimana proses  penanganan masalah itu,” ucap Ahmad Taufan kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/10).

Iapun memberikan apresiasi kepada para Jenderal dalam memberikan keterangan kepada Komnas HAM terkait kasus Paniai Berdarah, menurutnya itu sebuah kemajuan. Pasalnya sebelumnya sulit sekali dimintai keterangan terkait peristiwa yang berkaitan dengan pelanggaran HAM.

“Saya rasa ada kemajuan, termasuk koordinasi dengan Kapolda dan Pangdam. Dulu agak rumit, sekarang mereka terbuka. Ini ada peluang di mana kita bisa duduk bersama termasuk dengan  pihak  TNI  untuk  mendiskusikan  dan membicarakan bagaimana  keamanan di Papua,” tuturnya.

Tiga Jenderal tersebut menurut Ahmad Taufan memberikan keterangannya karena mereka mengetahui proses penanganan masalahnya bagaimana  kebijakan saat itu. “Namun bukan berarti mereka terduga ya, bukan,” tegas Ahmad yang ditemui Cenderawasih Pos dalam kunjungan kerjanya di Papua.

Namun, dalam kasus Paniai tersebut kata Ahmad masih ada dari pihak TNI  yang enggan memberikan keterangan. Dengan anggapan seolah-olah mereka akan dijadikan sebagai tersangka.

“Padahalkan tidak selamanya begitu. Keterangan dari pihak TNI bisa menjadi bahan bagi Komnas HAM untuk memperjelas apa yang sesungguhnya terjadi di Pania pada tahun 2014 silam,” tuturnya.

Menurutnya, dalam peristiwa Paniai Berdarah TNI belum membuka diri lantaran ada kekhawatiran mereka dituduh atau disangka akan jadi tersangka. Padahal semua itu belum tentu.

“Harusnya mereka  mengambil contoh dari mantan Presiden SBY yang bersedia memberikan keterengan terkait kasus Aceh,” paparnya.

Dikatakan, dalam kasus Aceh Komnas HAM pernah memanggil beberapa jenderal bahkan orang-orang yang top leader. Namun bukan sebagai terduga, melainkan keterangan mereka untuk mendapatkan informasi apa yang sebenarnya terjadi saat itu di Aceh.

“Keterangan dari SBY soal kasus Aceh bisa memperjelas apa yang terjadi di Aceh saat itu. Tapi  juga bisa menjadi  pelajaran buat kasus lain termasuk untuk kasus pelanggaran HAM di Papua. Keterangan seorang jenderal  jangan serta merta ditafsirkan  akan  jadi tersangka dan terduga, justru keterangannya sangat dibutuhkan untuk memperjelas sebuah masalah,” tegasnya.

Untuk pemeriksaan dari pihak TNI sendiri lanjut Ahmad sedang dalam pendekatan. Komnas HAM ingin meyakinkan pada mereka bahwa kalau dipanggil  Komnas HAM jangan mempersepsi akan dijadikan tersangka.

“Untuk pemeriksaan dari pihak TNI  sedang dalam proses pendekatan agar mereka mau memberikan  informasi,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Sejumlah Anak Terpapar, Merauke Berstatus KLB Campak

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…

6 hours ago

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

7 hours ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

7 hours ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

8 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

9 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

13 hours ago