Categories: BERITA UTAMA

Rumor Intervensi, Satu Persatu Mulai Tinggalkan PSBS

Termasuk Pemegang Saham Mayoritas Siap Hengkang

JAYAPURA – Kabar kurang sedap berhembus dari tubuh klub PSBS Biak diakhir kompetisi Liga 1 2024/2025. Para petinggi klub dikabarkan pecah kongsi. Presiden Direktur klub, Evelyne Sanita Injaya telah menyatakan mundur dari kepengurusan. Ini diyakini bakal disusul Owner PSBS atau pemilik saham mayoritas klub, Owen Rahadian.

Owen mengaku mulai tak nyaman dalam tim. Ada beberapa kebijakan yang dibuat dalam tim kini tak sejalan sesuai dengan visi dan misi para pemegang saham. “Saya sebagai salah pemenganh saham sudah tidak nyaman di dalam,” ungkap Owen kepada awak media, Kamis (15/5).

Kata Owen, saat ini manajemen belum memiliki rencana untuk musim depan. Hal ini juga membuat mereka gelisah. “Tapi sebagai pemegang saham disini saya ingin melihat masa depannya seperti apa, karena sampai sekarang belum ada pemain yang dikontrak. Musim depan seperti apa, belum ada,” ujarnya.

Bahkan Owen juga menyebutkan agenda RUPS klub yang harusnya mereka lakukan di Biak beberapa hari lalu batal dilaksanakan.

“Saya sudah melakukan RUPS tapi tidak ada satu dari pemilik saham yang hadir. Kalau RUPS ini tidak berjalan lalu kelanjutannya seperti apa. Kalau saya diam terus sampai musim habis dan pemain semua habis, lalu bagaimana untuk musim depan,” ucapnya.

“Dengan mendegar kisruh dan kegaduhan semua di internal manajemen, maupun di internal pemegang saham. Bagi saya yang penting tanggungjawab musim ini nama baik Biak saya jaga terus,” sambungnya. Dirinya juga tak menampik bahwa ia bisa daja meninggalkan PSBS bila situasi dalam tim tak kunjung membaik.

“Saya sangat mencintai klub ini, tapi situasi yang bisa membuat saya mundur. Saya pribadi di sini hanya membantu Pemda Biak dan masyarakat Biak. Jadi tanggungjawab selama dua musim ini terpenuhi dan syukur tidak ada cacat dan nama baik selalu saya jaga,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

8 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

9 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

10 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

11 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

12 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

12 hours ago