

Kapolda Papua Pegunungan, Alfred Papare (depan tengah) didampingi pasukannya saat berjalan kaki di Kota Mulia Puncak Jaya dihari terjadinya penembakan sopir truk, Jumat (14/2) (Humas Polres Puncak Jaya)
JAYAPURA – Nasib mujur dirasakan para sopir lajuran yang bekerja lintas kabupaten di Papua Pegunungan. Pasalnya saat melintas di Kampung Danggobak, Kabupaten Puncak Jaya dengan membawa sembako, iring-iringan truk ini diberondong peluru oleh orang tak dikenal. Tembakan ini sempat mengenai kap truk dan menimbulkan sejumlah lubang. Yang terlihat ada 4 lubang yang menembus kap.
Untungnya semua sopir disini selamat dan dengan keadaan panik serta syok mereka langsung kabur meninggalkan lokasi menuju Mulia, Puncak Jaya. Kejadian ini terjadi pada Jumat (14/2) sekira pukul 12.15 WIT dimana menurut cerita para sopir di depan Kapolda, Brigjend Alfred Papare bahwa saat itu mereka berjalan beriringan dengan jumlah 12 truk.
Sesampaikan di Kampung Danggobak yang tak jauh dari Puskesmas, tiba-tiba muncul seorang pria di pinggir jalan sambil menenteng senjata. Tak lama pelaku langsung mengarahkan senjata laras panjang ini ke rombongan dan melepas tembakan. Tembakan itu mengenai dan melubangi atap mobil.
“Lokasinya memang sepi dan tak ada perumahan penduduk disitu. Saya paling belakang dan melihat mobil di depan sudah ditembak,” kata salah satu sopir kepada Kapolda, usai kejadian.
Pria tersebut hanya bercerita bahwa mendengar suara tembakan mereka sempat panik dan hanya berfikir bagaimana melarikan diri. Pelaku diduga menenteg senjata SS1-V1 kaliber 5,56 dan dari kejadian ini ada 2 truk yang terkena tembakan. Pertama yang dibawa oleh Haris Hattu dan kedua oleh Sam.
“Jadi yang kami bawa adalah beras bansos dan sembako,” tambah sopir yang belum diketahui namanya tersebut.
Sementara Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menegaskan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kuswara membenarkan jika penembakan tersebut dilakukan OTK dan mengenai kap truk. Kapolres Puncak Jaya menambahkan, hingga saat ini aparat keamanan masih menyelidiki siapa pelaku penembakan tersebut. “Masih lidik,” imbuhnya.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…