

Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan saat melakukan persiapan sebelum menuju lokasi jatuhnya pesawat. (FOTO: Tim Gabungan TNI-Polri)
JAYAPURA-Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan menegaskan pesawat jatuh bukan akibat dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), melainkan karena cuaca yang buruk dan hujan.
“Pesawat jatuh akibat cuaca buruk dan berkabut, hingga Rabu (15/9) malam di lokasi masih hujan dan berkabut,” tegas Sandi Sultan selaku penanggung jawab proses evakuasi.
Lanjut Kapolres, tim akan mengupayakan tiga jenazah dari pesawat Rimbun Air PK-OTW, Rabu (15/9) malam akan dievakuasi ke Sugapa semuanya. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sebanyak 100 personel TNI-Polri dibantu masyarakat setempat sebanyak 34 orang dan 10 anggota Basarnas Mimika mengamankan jalannya evakuasi. Semua ring kita tempatkan personel sehingga tidak ada gangguan saat proses evekuasi, karena ini di atas ketinggian,” terang Kapolres.
Lanjutnya, selain personel peralatan pendukung evakuasi terhadap jenazah pesawat Rimbun Air PK-OTW menggunakan 1 unit helikopter airbus dari Basarnas dan 2 unit pesawat Twin Otter Rimbun Air.
Adapun kronologi jatuhnya pesawat Twin Otter PK-OTW di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya yaitu pukul 06.40 WIT, pesawat take off dari Bandar Udara Douw Aturure, Nabire menuju Kabupaten Intan Jaya.
Pukul 07.30 WIT, Airnav Sugapa melakukan komunikasi terakhir dengan pilot sebelum hilang kontak. Diperkirakan hilang kontak pesawat Rimbun Air PK OTW di arah barat Bandara Bilogai.
Pukul 12.30 WIT, laporan dari masyarakat pesawat ditemukan. Tim Gabungan TNI-Polri dan pemuda gereja langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat. Tiba di lokasi, tim mendapati ketiga kru pesawat telah meninggal dunia.
Diketahui pesawat Rimbun Air PK-OTW tidak membawa penumpang hanya membawa kargo bahan bangunan dan Sembako. (fia/nat)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…