Categories: BERITA UTAMA

Pasca Teror Pesawat, 4 Daerah Jadi Atensi di Papua

Pesawat Rimbun Air saat mendarat dan melakukan bongkar muat penumpang di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Februari 2021. Bandara Kenyam salah satu bandara menjadi atensi Polda Papua. (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Pengamanan di bandara dan lapangan terbang  yang ada di Pegunungan Tengah Papua diperketat pasca aksi teror terhadap pesawat  PT. Asi Pudjiastuti Aviation  jenis Pilatus PC-6 S1-9364 dengan nomor registrasi PK-BVY di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Jumat (12/3).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, untuk lapangan terbang yang ada di wilayah hukum Polda Papua, dilaksanakan pengamanan secara intensif dari TNI-Polri.

Diakuinya, ada beberapa titik menjadi atensi seperti Kabupaten Nduga, Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya. “Empat daerah ini menjadi perhatian kami. Karena kami tidak ingin dirugikan secara material maupun non material,” tegas Kamal kepada Cenderawasih Pos, Senin (15/3).

Menurut Kamal, beberapa kali kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap jasa transportasi penerbangan yang ada di wilayah Papua. Terkait itu, pihaknya selalu berkomunikasi dengan beberapa pihak yang memiliki jasa transportasi.

Dikatakan, bandara atau lapangan terbang yang ada di Papua bisa diakomodir dengan melaksanakan pengamanan khususnya yang ada di sekitar kota. Baik dilakukan anggota Polres setempat ataupun anggota TNI organik ataupun BKO.

“Terhadap bandara perintis yang ada di distrik terpencil, belum bisa kita kontrol dengan baik lantaran keterbatasan sarana dan prasarana. Bahkan dari ibukota kabupaten  ke ditsrik tidak ada transportasi darat,” terang Kamal.

Kendala lain lanjut Kamal, di beberapa distrik di Pegunungan Tengah Papua belum ada Polsek. Sehingga ke depan, Polda Papua akan mengajukan kepada pimpinan kepolisian untuk peningkatan status Pos Polisi menjadi Polsek. Selain itu, Polda Papua juga mengajukan Polsek di beberapa distrik yang ada di Pegunungan Tengah.

“Itu bentuk upaya pelayanan kepolisian terhadap masyarakat. Jangan sampai masyarakat membutuhkan perlindungan dan pengayoman kepada polisi. Namun kita sendiri tidak bisa menjangkau daerah tersebut,” ungkapnya.

Terkait lima Polres baru yang berada di Papua yakni Polres Puncak, Polres Intan Jaya, Polres Deiyai. Polres Yalimo dan Polres Nduga  yang diresmikan setahun lalu, saat ini masih konsentrasi penambahan anggota. Hal ini demi kelengkapan daripada struktur organisasi di tingkat Polres itu sendiri.

“Rekruitmen Bintara Noken sebanyak 2.000 orang dan regular sekira 200-an orang menjadi salah satu upaya untuk melakukan upaya kepolisian dalam bidang pelayanan di lima polres tersebut,” kata Kamal.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol  I Nyoman Punia menyebut wilayah hukumnya kondusif pasca insiden penyanderaan pesawat Susi Air. “Kami melakukan pendekatan terhadap para tokoh agar hal serupa tidak terjadi kembali di wilayah hukum saya,” ucapnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

10 hours ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

11 hours ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

12 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

13 hours ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

14 hours ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

21 hours ago