Categories: BERITA UTAMA

Ditegur, Anak Tikam Ibu Kandung

MERAUKE-Anak durhaka. Mungkin kata yang  tepat diberikan kepada pria berinisial MO (29) yang tega  menganiaya ibu kandungnya sendiri bernama Ema Momdoan (57). 

Pelaku yang seharusnya merawat ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya, justru ditikam di bagian punggung menggunakan pisau hingga mengakibatkan luka tikam sedalam 8 cm.

Kasus penikaman ini terjadi di rumah korban di Jalan Spadem tepatnya di belakang pojok corner, Kabupaten Merauke, Sabtu (13/7) sekira pukul 13.00 WIT.  

Setelah menikam  ibunya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang mengalami luka tikam.

Kapolres Merauke, AKBP. Bahara Marpaung, SH.,  melalui   Kasubag Humas AKP. Suhardi, SH.,  yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Suhardi menyebutkan, penikaman ini bermula saat pelaku bersama  dengan  pacarnya yang sudah tinggal bersama sekira 4 tahun, datang ke rumah korban pukul 12.45 WIT. 

Melihat pelaku datang bersama pacarnya, sebagai seorang ibu, korban menegur  pelaku agar tidak lagi berhubungan dengan pacarnya yang sudah 4 tahun tinggal bersama itu karena pelaku belum bekerja.

Namun sayang, teguran tersebut tidak diterima baik  oleh pelaku.  Pelaku langsung mengambil sebilah pisau dapur kemudian menikam punggung sebelah kanan korban. 

Tidak lama setelah kejadian tersebut korban bersama saksi Bernabas melaporkan kejadian tersebut ke Pos Musamus. Selanjutnya anggota Pos Musamus melaporkan ke SPKT Polres Merauke dan korban dibawa ke RSUD Merauke guna mendapatkan penanganan  medis. 

“Menurut keterangan dokter IGD RSUD  Merauke,  korban mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kanan dengan kedalaman luka 8 cm,” jelasnya. 

Diungkapkan bahwa korban sudah sering menegur  pelaku terkait hubungannya dengan pacarnya. Pelaku juga sering bertindak kasar kepada  ibu kandungnya  tersebut. “Pelaku sementara dalam  pencarian dan pengejaran,” tandasnya. (ulo/nat) 

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago