Categories: BERITA UTAMA

Pastor Jhon Jonga: MBG Baiknya Libatkan Sekolah Atau Orang Tua

JAYAPURA – Hingga kini program pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berubah menjadi Program Makan Bergizi (PMB) ada yang mendukung dan ada juga yang menolak. Menolak dengan berbagai alasan, mulai dari lebih mementingkan pendidikan gratis hingga tak ingin jika aparat yang mengelola karena dikhawatirkan akan terjadi apa-apa.

Namun ada juga Pemkab yang mendukung dan berharap bisa segera direalisasikan karena akan sangat membantu para orang tua dalam pemenuhan kebutuhan makanan. Terkait ini pendapat lain disampaikan Pastor Jhon Jonga. Tokoh yang selama ini dikenal kerap menyuarakan suara akar rumput dan berbicara soal sosial kemanusiaan termasuk yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pastor menyampaikan bahwa persoalan MBG ini sejatinya menjadi program yang baik asal disiapkan atau disosialisasikan secara baik. “Kalau disiapkan dengan baik, disosialisasikan dengan baik maka ini akan mejadi berkat bagi orang Papua atau anak seluruh Indonesia. Tapi jika ini dijalankan tanpa sosialisasi kemudian langsung dieksekusi maka orang juga akan berfikir dan curiga,” katanya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Koya Tengah, Kamis (13/3).

Ia merasa sosialisasi menjadi penting, apalagi beberapa kali di media diberitakan bahwa banyak kejadian di luar Papua yang kondisi lauk atau sayurnya sudah basi, belum masak hingga berbau. Ini kata Pastor Jhon bukan lagi makanan bergizi melainkan menyajikan menu yang bisa membawa penyakit. Karena itu juga ia melihat masyarakat akhirnya takut dan tidak percaya.

Karenanya Pastor Jhon kembali menyampaikan pentingnya sosialisasi. “Jelaskan dulu baik – baik. Jika ini dilakukan sesuai aturan saya pikir ini berkat yang harus diterima apalagi saya melihat sangat jarang anak-anak Papua yang bersekolah memulai hari dengan sarapan. Tidak ada yang sarapan, orang tua mereka sibuk sampai tak sempat menyiapkan semuanya,” bebernya.

Lalu hal lain adalah sebaiknya dihindari penanganan MBG ini melibatkan aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Pasalnya  masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya percaya dengan aparat. Dan jika terjadi sesuatu maka isunya bisa digoreng kesana kemari yang akhirnya merusak citra institusi.

“Saran saya begitu, jangan disiapkan oleh TNI Polri. Kadang masyarakat masih sulit menerima keberadaan aparat sehingga masyarakat tidak percaya dengan pelaksanaan MBG ini,” imbuhnya. Pastor berpendapat bahwa sebaiknya MBG ini disiapkan oleh orang tua anak-anak atau dilakukan pihak sekolah. Jika kedua pihak ini berkolaborasi baik sekolah dan orang tua maka dirinya meyakini masyarakat atau anak-anak sekolah  bisa lebih menerima.

“Orang tua tentu lebih memahami bagaimana menyediakan makan apalagi yang dilayani adalah anak-anak sendiri. Orang tua juga bisa dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan mentahnya sehingga ada pendapatan atau nilai ekonomi yang diperoleh,” imbuhnya. “Jadi dengan adanya program ini saya pikir jika ditangani baik dan disosialisasikan menyeluruh  tentu akan lebih mudah diterima,” pungkasnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

3 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

18 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

23 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

24 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago