Pengakuan saksi juga mulai terang benderang sehingga saat ini bola ada di tangan kejaksaan. Secara logika, tidak mungkin bendahara atau petugas di bawah mengambil kebijakan atau menyerahkan uang tanpa ada petunjuk dari pimpinan.
“Penanganan kasus korupsi dana PON ini harus tuntas, jika tidak maka bisa saja Kejati Papua dianggap sedang melindungi pihak-pihak tertentu yang diduga terlibat dalam kasus PON. Tidak boleh ada perlakuan khusus kepada mereka yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya. Anthon pun mendesak Kejaksaan Tinggi Papua segera mengumumkan ke publik calon tersangka baru korupsi dana PON. Sebab dikhawatirkan bargaining politik dan lainnya.
Anthon meyakini jika nama-nama calon tersangka baru dalam kasus korupsi dana PON sudah ada di kantong Kejaksaan Tinggi Papua. “Saya yakin Kejati Papua sudah mengantongi nama-nama tersangka baru, dan mereka segera diumumkan ke publik dan diseret ke pengadilan, kasus ini harus transparan kepada publik dan tidak boleh ada yang ditutupi,” kata Anthon. Anthon juga mengingatkan kepada kejaksaan untuk tidak main-main dengan kasus ini, dan meminta masyarakat ikut mengawasi proses penegakan hukumnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura Sejumlah anak perwakilan dari sejumlah kelas di SD YPPK Gembala Baik, nampak…
Saat ini, pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data dengan instansi terkait untuk memetakan titik krusial yang…
Giat ini melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)…
Dikatakan, pungutan yang dilakukan oleh sekolah melalui komite yang ada di setiap satuan sekolah harus…
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua bersama jajaran satuan kerja Direktorat Lalu Lintas…
Sejak Wasil Jhon MR Patai meniup pluit kick off babak pertama, Mamteng FC yang mengincar…