Categories: BERITA UTAMA

Jumlah Tersangka Bakal Bertambah

Kekerasan dan Penembakan di Intan Jaya

JAKARTA, Jawa Pos – Tersangka kasus kekerasan dan penembakan di Intan Jaya, Papua, dipastikan bertambah. Sebab, belum semua kasus ditindaklanjuti Mabes TNI maupun TNI-AD.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengapresiasi langkah cepat Mabes TNI dan TNI-AD menindaklanjuti temuan tim gabungan pencari fakta (TGPF) peristiwa kekerasan dan penembakan Intan Jaya. Juga memperhatikan temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD

Mahfud memastikan siapa pun yang terlibat dalam peristiwa hukum di Papua bakal ditindak tegas. Saat ini sudah delapan personel dari matra darat yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka segera disidang apabila berkas perkaranya sudah lengkap.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengaku telah bertemu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Tujuannya, memastikan semua pihak yang terlibat diproses hukum secara transparan. 

Menurut Mahfud, temuan TGPF yang dibentuk pemerintah dan hasil kerja tim investigasi Komnas HAM tidak berbeda jauh. Ada kesamaan. Termasuk dugaan keterlibatan aparat di balik penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. ”Sehingga pemerintah langsung mengambil tindakan untuk dibawa ke pengadilan,” kata dia kemarin.

Bukan hanya aparat keamanan yang terlibat, pihak-pihak lain yang mesti bertanggung jawab juga dikejar pemerintah. ”Kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga sudah diburu dan mulai ditangkap para pelakunya,” tegas Mahfud. 

Khusus kasus penembakan Pendeta Yeremia, Mabes TNI menyatakan mengerahkan kemampuan secara total. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad menjelaskan, pihaknya masih berusaha mengungkap pelaku penembakan tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat di Intan Jaya tersebut. ”Kami sementara ini masih berpedoman pada yang disampaikan Menko Polhukam,” tegasnya.

Meski sudah mendapat banyak input dari tim yang melaksanakan investigasi di Intan Jaya, Riad menuturkan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Termasuk untuk menetapkan tersangka. ”Karena prosesnya masih panjang,” kata dia. 

Salah satu yang perlu segera dilakukan adalah otopsi jenazah Yeremia. Sebab, hasil otopsi juga dibutuhkan penyidik untuk mengetahui kejadian penembakan secara utuh. (syn/c9/fal/JPG)

newsportal

Recent Posts

KONI Bukan Tempat Mencari Keuntungan

Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…

5 hours ago

Terima Pesanan dari 24 Negara, Omset Hampir Rp 1 Miliar/Bulan

Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…

7 hours ago

Ny. Elisabet Flassy Wandik Terima Penghargaan Nasional

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…

9 hours ago

Diduga Salah Tangkap, Ketua Partai Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi

Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…

10 hours ago

Menko Zulhas: Program MBG Boros Anggaran Rp 1 Triliun per Bulan

Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…

11 hours ago

Sekolah Yayasan Buka Lebih Awal, SPMB Diharap Transparan dan Objektif

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…

14 hours ago