Categories: BERITA UTAMA

Kapolresta: Tak Perlu Memaksakan Kehendak!

JAYAPURA-rencana aksi demo yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri PRP nampaknya bakal tetap dilakukan. Sebelumnya kelompok ini melakukan live di media sosial Facebook untuk menjelaskan maksud tujuan dari aksi tersebut. Dalam live itu satu poin yang disampaikan bahwa Daerah Otonom Baru (DOB) merupakan satu cara pemerintah Indonesia untuk memusnahkan rakyat Papua sehingga mereka meminta untuk menolak yang namanya DOB. Disisi lain pihak aparat kepolisian juga tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk mendudukkan persoalan dan dicarikan solusinya. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Dr. Victor Dean  Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si.,  nampaknya lebih mengedepankan upaya dialog untuk mencari solusi ketimbang terjadi gesekan di lapangan karena tak sejalan. Untuk itu, Kapolresta Victor Mackbon tetap meminta para pendemo bisa menghormati hak orang lain yang. “Jika ingin dihormati, paling tidak hak – hak orang lain semisal pengguna jalan dan warga lainnya juga bisa dihormati. Jangan justru mengedepankan ego dan mengatakan bawa itu bagian dari demokrasi tapi memasung hak orang lain. Kalau begitu sudah tidak benar namanya,” beber Victor Mackbon, Selasa (12/7). Ia menyatakan, pihaknya tidak melarang dilakukan aksi demo karena dilindungi undang-undang. Namun sekali lagi jangan sampai mengganggu ketertiban umum, sebab semua aturan main juga sudah tertuang. Termasuk soal niatan melakukan long march yang dipastikan tidak akan diizinkan. “Kalau long march jelas kami larang sebab sudah pasti dampaknya merugikan orang lain. Kalau tujuanya ke DPRP kami pikir tidak perlu long march. Bisa kami fasilitasi  sampai ke DPR tanpa harus berjalan kaki,” imbuhnya. Sementara Victor Mackbon juga menyinggung soal pihak yang berada di belakang PRP agar sebaiknya tidak memaksakan diri. “Setiap kita merencanakan sesuatu termasuk demo pasti ada kepentingan dan kami harap pihak yang berkepentingan jangan menjerumuskan orang yang tidak paham sehingga jadi korban. Makanya kami hadir di sana juga untuk menghindari jangan sampai ada apa-apa,” tambah Kapolresta. Ditegaskan bahwa siapapun pihak yang berkepentingan untuk tidak memaksakan kehendak dan patuhi aturan main. “Kalau memang menolak silakan pakai instrument yang sudah disiapkan. Lakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, toh sampai saat  ini proses itu  juga masih bergulir  dan mekanisme hukum juga terbuka,” imbuhnya. Disinggung soal apakah polisi mengetahui pihak yang menjadi sponsor PRP,  Kapolresta Victor Mackbon menjawab diplomatis. “Soal pendonor kami dibilang tahu juga enggak tahu, enggak tahu ternyata tahu,” tutupnya sambil berseloroh. (oel/ade/nat)
newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

6 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

7 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

8 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

9 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

10 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

22 hours ago