Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM : Jangan Membuat Warga Asli Hidup Dalam Ketakutan Akibat Konflik

JAYAPURA-Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramadey menyebut sejak konflik tahun 2019 pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya  disusul rangkaian kekerasan bersenjata lainnya warga Nduga dalam suasana kepanikan.

Dampaknya, selain kepanikan, masyarakat menggunakan cara mereka untuk menyelamatkan diri dengan cara mengunsi.

“Terkait dengan warga yang mengunsi, Pemerintah Nduga menjadi pihak yang memiliki peran strategis untuk datang melihat warganya. Memberikan pelayanan serta memastikan kebutuhan mereka,” ucap Frits.

Situasi ini kata Frits sudah harus menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat juga Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Bila perlu, secepatnya membentuk tim yang bisa terdiri dari kabupaten kabupaten yang ada di wilayah pegunungan untuk penanganan para pengunsi yang dikoordinir langsung oleh Pj Gubernur setempat.

“Pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial segera memberi perhatian dan mengambil peran aktif untuk memberikan bantuan kepada para pengunsi Nduga. Dari perspektif HAM, situasi ini tidak boleh dibiarkan lama. Sebab, orang orang Nduga punya riwayat sebagai pengunsi bahkan ada yang ke wamena, Lanny Jaya dan ini juga bisa diselesaikan secara tuntas,” tuturnya.

Komnas HAM juga meminta kepada Egianus Kogoya dan Kelompok Sipil Bersenjata lainnya untuk tidak mengancam warga sipil. Juga sebaliknya mengingatkan TNI-Polri harus bisa memberikan rasa nyaman kepada penduduk asli dalam melakukan operasi pembebasan Pilot Susi Air yang disandera.

“Jangan membuat warga asli hidup dalam ketakutan akibat situasi konflik yang tidak berkesudahan,” pungkasnya. (fia)

newsportal

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

4 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

7 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

9 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

10 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

11 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

12 hours ago