Penjemputan tersebut memiliki makna historis yang mendalam. Berdasarkan sejarah masyarakat Ifale, nenek moyang mereka pertama kali masuk melalui Khalkote.
“Nenek moyang kami datang dari Holtekamp, berjalan ke Kampung Enggros, lalu sampai di Kampung Khalkote sebelum akhirnya menetap di Kampung Ifale,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat Kampung Ifale berasal dari marga Suebu dan Yom, yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan identitas masyarakat adat setempat.
Melalui tradisi Manggeuw Fafa, masyarakat Kampung Ifale tidak hanya menjaga nilai kebersamaan dan kekeluargaan, tetapi juga merawat sejarah asal-usul mereka agar tetap hidup dalam ingatan generasi penerus. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
“Perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang…
Stok beras di Merauke, Papua Selatan, mulai mengalami penurunan sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi…
Penegasan tersebut terutama ditujukan kepada pedagang yang berasal dari luar wilayah Kota Jayapura, seperti…
Papua Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan lumbung…
Abisai mengatakan, keberadaan area parkir menjadi salah satu bagian penting dalam penataan pasar. Masyarakat…
Maraknya aksi tawuran yang berulang pada malam hari memaksa aparat kepolisian memperketat pengawasan di titik-titik…