Penjemputan tersebut memiliki makna historis yang mendalam. Berdasarkan sejarah masyarakat Ifale, nenek moyang mereka pertama kali masuk melalui Khalkote.
“Nenek moyang kami datang dari Holtekamp, berjalan ke Kampung Enggros, lalu sampai di Kampung Khalkote sebelum akhirnya menetap di Kampung Ifale,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat Kampung Ifale berasal dari marga Suebu dan Yom, yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan identitas masyarakat adat setempat.
Melalui tradisi Manggeuw Fafa, masyarakat Kampung Ifale tidak hanya menjaga nilai kebersamaan dan kekeluargaan, tetapi juga merawat sejarah asal-usul mereka agar tetap hidup dalam ingatan generasi penerus. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Dalam putusannya, Komite Banding PSSI menguatkan keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya, namun dengan perubahan bentuk…
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…