

Pilot Susi Air, Philips Max Marthens diapit oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya yang hingga hari kedelapan ini masih berada dengan kelompok tersebut
JAYAPURA – Setelah delapan hari pasca melakukan pembakaran pesawat Susi Air sekaligus menyandera sang pilot, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata wilayah Nduga, Egianus Kogoya akhirnya pada Selasa (14/2) ia terang – terangan menunjukkan bahwa sang pilot benar benar berada ditangan mereka.
Dari sejumlah foto dan video yang dikirim oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sembom terlihat sang pilot berdiri diapit oleh Egianus dan kelompoknya. Kawanan Egianus juga membawa senjata lengkap dan berdiri mengawal sang pilot, Philips Max Marthens.
Dalam postingan dan videonya, pilot asal New Zealand ini tak lagi menggunakan pakaian atau seragam layaknya pilot. Ia menggunakan celana pendek berwarna gelap. Ia juga menggunakan jaket jeans berwarna biru dengan kaos dalam berwarna gelap bertuliskan Papua Merdeka. Sebby menyatakan bahwa itulah pilot Susi Air yang Disandera sejak 7 Februari lalu.
“Pilot asal NZ (New Zealand) dalam keadaan baik dan sehat. Kami sampaikan bahwa, Panglima TNI adalah pembohong besar, karena TPNPB sudah mengakui bertanggung jawab atas bakar pesawat dan sandera Pilot Susi Air yang berwarga negara Selandia Baru, dan kami tepati janji kami dan bertanggungjawab secara Politik. Karena ini isu politik maka harus negosiasi politik,” tulis Sebby.
Hanya ia tidak menjelaskan negosiasi seperti apa yang diinginkan. (Ade/gin)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…