

Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H. (Foto: Humas Pemkot Jayapura)
Tambahan Bahasa Skow, Loma Aling
JAYAPURA – Motto Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased yang merupakan peninggalan Wali Kota Benhur Tomi Mano, mengalami perubahan. Pemerintah Kota Jayapura bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura telah menetapkan penambahan bahasa Skouw dalam motto Kota Jayapura. Penambahan ini bertujuan memperkuat representasi masyarakat adat serta melengkapi identitas 10 kampung adat dalam motto Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Motto Kota Jayapura sebelumnya berbunyi “Hen Tecahi Yo Onomi T’Mar Ni Hanased”, yang memiliki makna “Satu Hati Membangun Kota untuk Kemuliaan Tuhan.”
Namun melalui penetapan bersama Pemerintah Kota Jayapura dan DPRK Jayapura, motto tersebut kini mendapat penambahan bahasa Skouw, yakni “Loma Aling”, yang berarti “Satu Jalan.”
Dengan demikian, motto Kota Jayapura menjadi “Hen Tecahi Loma Aling Yo Onomi T’Mar Ni Hanased”, yang dimaknai sebagai “Satu Hati Satu Jalan Membangun Kota untuk Kemuliaan Tuhan,” jelas Abisai dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (11/10).
Abisai Rollo, menjelaskan penambahan kata tersebut dilakukan agar motto Kota Jayapura semakin mencerminkan keberagaman bahasa dan identitas masyarakat adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di Kota Jayapura.
Ungkapnya, unsur bahasa dalam motto sebelumnya telah merepresentasikan sejumlah kampung adat, tetapi belum mengakomodasi unsur bahasa masyarakat Skouw yang meliputi Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Skouw Yambe.
“Bahasa Hen Tecahi berasal dari saudara-saudara kita di Kampung Enggros, Tobati, Kayu Pulo, dan Kayu Batu. Sementara itu, unsur Yo Onomi berkaitan dengan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Nafri, Yoka, dan Waena. Adapun T’Mar Ni Hanased merupakan bagian dari unsur bahasa masyarakat kampung Enggros, Tobati, Kayu Pulo, dan Kayu Batu,” bebernya.
Lebih jauh ia mengatakan penambahan bahasa “Loma Aling” menjadi langkah untuk memberikan ruang bagi identitas masyarakat Skouw dalam motto resmi Kota Jayapura. Dengan demikian, motto tersebut diharapkan dapat menjadi simbol merepresentasikan keberagaman masyarakat adat di wilayah Kota Jayapura.
Penambahan ini bukan berarti mengubah atau menghilangkan makna motto sebelumnya, melainkan menyempurnakannya dengan memasukkan unsur bahasa Skouw agar representasi budaya masyarakat adat menjadi lebih lengkap. “Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRK Jayapura yang telah melaksanakan pembahasan melalui sidang hingga menetapkan penambahan unsur bahasa Skouw dalam motto Kota Jayapura,” harapnya.
Page: 1 2
Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura belakangan ini dipastikan murni merupakan fenomena…
PGRI menegaskan bahwa siswa yang kurang berupaya belajar, sering absen tanpa alasan jelas, serta belum…
Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Hendrik, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan, jumlah penghuni lapas tercatat sebanyak…
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, Manfred bersama pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya sebelumnya…
Dudung mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan meninjau sejumlah wilayah terdampak karhutla, termasuk Sumatera Selatan,…
Setelah proses pembakaran selesai, batu bara tersebut dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80…