Categories: BERITA UTAMA

Akan Dilakukan Pertukaran Pembina Apel

Dua Kepsek Masing-masing Fokus Selesaikan Persoalan

JAYAPURA-Menindaklanjuti pertikaian pelajar SMKN 3 Jayapura dengan SMAN 1 Jayapura, Senin (11/9) lalu. Kedua belah pihak dalam hal ini Kepala Sekolah SMKN 3 dengan Kepala sekolah SMAN 1 Jayapura langsung mengambil langkah, tegas.

Kepala Sekolah SMKN 3 Jayapura Fransiscus Tunggul Kasih Amarta, mengatakan pasca kejadian Senin (11/9) kemarin pihaknya bersama Kepala Sekolah SMAN 1 Jayapura langsung menggelar pertemuan di SMKN 3 Jayapura, Selasa (12/9).

Dari hasil pertemuan pihaknya bersepakat saling menjaga situasi agar tetap kondusif. Sehingga dengan begitu para siswa tetap mengikuti proses belajar dengan baik.

Sementara itu langkah yang dibangun, kedepanya akan dilakukan pertukaran pembina apel. “Waktunya belum tahu, tapi nanti kami sudah sepakat, saya akan memimpin apel di SMAN 1 Jayapura pun sebaliknya Kepala Sekolah SMAN 1 Jayapura, akan memimpin apel disini (SMKN 3 Jayapura),” kata Kepsek SMKN 3.

Menurut Fransiskus langkah ini sangat tepat untuk menyelesaikan perosalan tersebut. Yang tentunya dengan pertukaran pembina apel ini, akan diberikan wejangan kepada para siswa.

“Nanti saat apel, kita akan mengimbau kepada para siswa, semoga dengan begitu persoalan yang terjadi bisa diatasi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan pasca pertikaian tersebut, pihak SMKN 3 Jayapura meliburkan siswa, selama 2 hari hal itu bertujuan untuk meredam situasi yang sedang memanas.

“Sebenarnya bukan libur, tapi anak anak kita arahkan belajar di rumah, mulai selasa sampai rabu (hari ini red), biar siutasi kondusif,” katanya.

Sementara akibat dari peristiwa Senin (11/9) kemarin, ada 5 siswa SMKN 3 Jayapura yang dimintai keterangan oleh Polsek Abepura.

“Tidak tahu hasil dari interogasinya apa, tapi mereka tidak ditahan, hanya dimintai keterangan terkait kasus tersebut,” ungkapnya.

Pihak sekolah lanjutnya belum menanyakan kepada para siswa terkait faktor terjadinya pertikaian tersebut.

Namun dia menganggap hal itu bukan langkah tepat untuk menyelesaikan persoalan yang ada, namun pihaknya saat ini berupaya untuk mencarikan solusi, agar perosalan yang ada tidak berlanjut, dan justru membias.

“Kami para guru, baik Kami yang di SMKN 3 maupun SMAN 1 Jayapura, sama sekali tidak tahu masalahnya apa, tapi kami telah bersepakat untuk fokus mencari solusi,” bebernya.

Kepada para siswa baik SMKN 3 maupun pelajar SMAN 1 Jayapura, dia mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan pengaruh oknum-oknum yang ingin merusak masa depan dari para siswa itu sendiri.

“Pada prinsipnya kami harap tidak ada pihak yang memprovokasi, masa depan anak anak kita masih panjang, mari kita dorong semangat mereka,” ajaknya.

Kepada orang tua juga diimbau saling bekerja sama untuk membina anak anaknya, sehingga mereka boleh mengenyam pendidikan. Tentu dengan begitu akan menjamin masa depan dari anak anak itu sendiri.

“Memang perosalan ini butuh kerjasama semua pihak, biar mereka lebih berdisplin. Karena masa depan bangsa ada ditangan generasi muda,” pungkasnya. (rel/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago