

Wakapolresta AKBP Deni Herdiana
JAYAPURA – Pasca tertembaknya seorang warga sipil bernama Prianus di Tanah Hitam, Polisi langsung bergerak cepat. Yang pertama dilakukan adalah melakukan olah TKP dimana korban sempat tertembak kemudian mencari barang bukti dan mengumpulkan saksi – saksi.
Polisi sedikit mengalami kesulitan mengingat yang mengetahui sosok pelaku hanyalah korban. Polisi sudah menelusuri rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi namun dikatakan tidak banyak membantu.
Tak hanya itu menurut Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Deni Hendiyana menyampaikan bahwa seluruh anggota polisi yang piket malam itu langsung diperiksa terkait senjata api yang dikuasai.
“Semua sudah kami perintahkan untuk diperiksa, jangan sampai ada anggota yang piket malam itu ikut terlibat dan hasilnya ternyata tidak ada yang terlibat persoalan sampai – sampai mengeluarkan senjata api jadi bisa dibilang anggota kami bersih tidak terlibat dalam kasus ini,” beber Deni melalui ponselnya, Kamis (11/5) kemarin.
Langkah berikutnya adalah menelusuri siapa sebenarnya pelaku dengan mengumpulkan bukti serta mendalami keterangan saksi korban. Jadi kata Wakapolres ketika itu korban turun dari motor untuk buang air kecil. Tak lama muncul 2 orang mendekat dan langsung meminta kunci motor yang digunakan korban. Karena tak mau motornya diambil orang tak dikenal, korban kemudian melakukan perlawanan seraya melarikan diri.
Hanya saat ia menyeberang ke seberang jalan, salah satu pelaku yang mengejar korban langsung melepas tembakan dan mengenai paha kiri korban. Hanya dari proyektil yang ditemukan, menurut Deni pihaknya belum bisa memastikan apakah ini senjata laras pendek atau laras panjang. Namun hasil identifikasi proyektil mendekati jenis US Carabine yang merupakan senjata laras pendek.
“Yang pasti ini senjata api dan kami tidak bisa menyimpulkan terlalu jauh mengingat saksi juga minim. Korban sepertinya masih trauma namun ia sempat melihat langsung pelakunya. Semoga ini bisa membantu,” tambahnya. Disini Wakapolres juga meminta untuk masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan tim penyidik. “Semoga ada bukti baru sehingga kasus ini bisa terungkap,” imbuh Deni. (ade/wen)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…