Categories: BERITA UTAMA

Lima Balita Dicurigai Mengalami Stunting

JAYAPURA – Hasil sosialisasi Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) dan pemberian makanan tambahan berbahan dasar ikan yang dilakukan Dinas Perikanan Kelautan Kota Jayapura di Posyandu Mahikay, Dok VIII Jayapura mensinyalir adanya balita berjumlah 5 orang yang memiliki tanda – tanda stunting.

Dinas Perikanan sendiri tengah melakukan road show untuk mensosialisasikan agar masyarakat bisa menjadikan ikan sebagai menu utama makanan harian sehingga dengan sendirinya bisa mengeliminir potensi terjadinya stunting.

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi menyampaikan bahwa kecukupan gizi di dalam keluarga terutama untuk ibu hamil dan menyusui harus bisa dipastikan sejak 1000 hari pertama kelahiran.

Ini dikatakan penting sebab setiap orang tua patut menyiapkan generasi yang  ketika besar nanti bisa bersaing dan menjadi kebanggaan. “Jangan melahirkan dan dibiarkan tumbuh begitu saja. Ada tanggungjawab lain yang harus disiapkan terutama pada 1000 hari kelahiran. Jika tumbuh dengan gizi dan asupan yang cukup maka peluang jadi harapan itu ada jadi jangan hanya melahirkan saja,” beber Matheys.

Dinas sendiri terus mencoba berkampanye agar ikan bisa menjadi menu utama  untuk anak – anak. “Kalau melihat data dari dinas ternyata angka stunting di Jayapura masih cukup tinggi. Dan saya dengar ada 5 balita yang mengalami. Yang jelas ini menjadi tanggungjawab semua termasuk kami di Dinas Perikanan tapi tidak bisa kami sendiri juga,”  tambahnya.

Sementara Kades Posyandu Bali Balita Mahikay, Yetha Waromi menyampaikan bahwa saat ini diakui ada 5 balita yang mengalami stunting namun yang mendapat Pemberian Makanan Tambahan untuk anak stunting dari pemberdayaan perempuan hanya diberi kepada 2 anak.

“Kami mencurigai 5 orang ini suspect dan memang perlu penanganan serius,” jelas Yetha. Sementara terjadinya stunting ini kata Yetha tak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat. “Banyak yang ekonominya di bawah jadi memang ekonomi faktor utama untuk pemenuhan gizi,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

4 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

5 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

7 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

8 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

9 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

10 hours ago