Categories: BERITA UTAMA

Bubarkan Aksi Damai, LBH Papua Sayangkan Tindakan Aparat

KETERANGAN PERS: Direktur LBH Papua, Emanuel Gobai (kedua dari kanan) didampingi pengurus Gempar saat memberikan keterangan pers di kantor LBH Papua, di Kampkey, Distrik Abepura, Sabtu (10/8). ( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA-Tindakan aparat Kepolisian yang membubarkan aksi damai dalam rangka Hari Adat Se-dunia serta mengamankan 18 orang yang menggelar aksi demo di depan Museum Noken, Waena (maaf, bukan depan Auditorium Kampus Uncen), Jumat (9/8), sangat disayangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua. 

Direktur LBH Papua, Emanuel Gobai mengaku sangat menyayangkan tindakan aparat yang melakukan penahanan terhadap sejumlah massa aksi damai dalam rangka memperingati Hari Adat sedunia. Pasalnya, aksi tersebut menurut Emanuel Gobai sudah mendapat izin dari pengelola/penjaga museum. 

“Kemarin dalam aksi tersebut yang diangkut aparat sebanyak 18 orang dan persepsi aparat, mereka melakukan aksi tanpa izin. Padahal aksi damai tersebut sudah mendapat izin dari pengelola/penjaga museum. Mereka yang dibawa dan diamankan ini, dari pukul 08.00 dan telah dilepas pada pukul 19.00,” jelas Emanuel saat memberikan keterangan pers di kantor LBH Papua di Kampkey, Distrik Abepura, Sabtu (10/8).  

Dirinya juga menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap 4 dari 18 orang yang diamankan dan dibawa ke Mapolsek Abepura. “Dari 18 orang yang dibawa dan diamankan, 4 orang dipisahkan. Mereka diinterogasi, bahkan ada dugaan kekerasan secara fisik maupun psikis,” ungkapnya. 

Emanuel menyebutkan, aksi damai yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Adat Sedunia, masih berada dalam lingkungan kampus. Sehingga sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, aksi penyampaian pendapat tersebut tidak harus ada surat pemberitahuan. “Dengan demikian saya bisa simpulkan bahwa dalil kepolisian dalam mengangkut massa aksi tersebut, sudah tidak berdasarkan hukum,” sesalnya. 

Dirinya juga menyayangkan tindakan aparat Kepolisian yang melakukan interogasi dengan membuka beberapa handphone milik massa yang diamankan. Pihaknya berharap ke depan tidak terjadi lagi hal yang seperti ini dan aparat Kepolisian bisa lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya. (kim/nat)

newsportal

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

1 day ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

1 day ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago