Pertanda buruk bisa saja orang tersebut sakit, atau mimpi buruk dan sebagainya, mungkin karena alasan demikian yang membuat situs ini kerap kali dibiarkan masyarakat dan kesannya seperti tidak terurus. Meski telah dibangunkan sebuah pagar dan beratapkan seng, tetapi fosil ini dipenuhi dengan rumput dan dedaunan kering.
“Kami berharap kepada masyarakat khususnya anak-anak muda mari bersama-sama kita menjaga warisan budaya kita, dan bagi pemerintah agar bisa memperhatikan aset budaya, dikelolah dengan baik, agar dapat menjadi potensi wisata bagi Provinsi Papua, ” pungkasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…