Pertanda buruk bisa saja orang tersebut sakit, atau mimpi buruk dan sebagainya, mungkin karena alasan demikian yang membuat situs ini kerap kali dibiarkan masyarakat dan kesannya seperti tidak terurus. Meski telah dibangunkan sebuah pagar dan beratapkan seng, tetapi fosil ini dipenuhi dengan rumput dan dedaunan kering.
“Kami berharap kepada masyarakat khususnya anak-anak muda mari bersama-sama kita menjaga warisan budaya kita, dan bagi pemerintah agar bisa memperhatikan aset budaya, dikelolah dengan baik, agar dapat menjadi potensi wisata bagi Provinsi Papua, ” pungkasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Nur Aulya dilaporkan hilang dari kediaman orang tuanya pada Minggu, 30 Maret 2025. Upaya pencarian…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Muh.…
Menurut Alberth, penggabungan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa…
Penyelesaian kasus tersebut sebelumnya telah di mediasi oleh polres Jayawijaya, namun tak mendapatkan titik temu…
Menurut Oscar, MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni…
Kondisi ini mendorong Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama Wakil Wali Kota, Rustan Saru, mengambil…