Categories: BERITA UTAMA

30 Unit Excavator Diturunkan Buka Akses

Ungkap Febryan, yang terparah dalam peristiwa longsor tersebut adalah satu unit jembatan non permanen mengalami kerusakan parah hingga tak dapat dilalui. Menanggapi itu, BBPJN bergerak cepat dengan mengirimkan kerangka jembatan pengati yang rencananya sore (Selasa, 10 Ferbuari 2026) ini tiba di lokasi.

Untuk estimasi direncanakan, kamis 12 Ferbuari 2026 jembatannya kembali tersambung sehingga aktivitas di lokasi proyek jalan tersebut dapat kembali normal. Secara keseluruhan penyelesaian pembersihan dilokasi longsor ditargetkan selesai akhir pekan ini.

“Semoga sore ini bisa sampai di lokasi. Karena kita juga terkendala dengan kondisi lokasi yang memburuk. Truk yang membawa kerangka jembatan ini kami kawal dengan excavator sehingga bisa langsung ke lokasi supaya bisa langsung rakitkan. Estimasi hari kamis atau hari Jumat pasti bisa tersambung lagi jembatnya,” ungkapnya.

Beruntungnya kata Febryan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akan tetapi korban luka-luka sebanyak tiga (3) orang. Satu (1) orang mengalami patah tulang tangan kanan serta luka lecet pada kaki dan tangan.

Sementara dua (2) orang mengalami luka ringan. Berdasarkan kronologi kejadian, longsoran terjadi saat rombongan sedang parkir di area istirahat. Longsor menyebabkan banyak pohon tumbang dan aliran air yang sangat deras melintas di badan jalan sehingga korban terseret arus air sejauh kurang lebih 10 meter.

Korban kemudian dievakuasi oleh rekan sesama rombongan lajuran menuju arah Benawa dan selanjutnya bertemu dengan tim HK di area Pisau Doser. Korban kemudian dibawa ke kecamatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Untuk kerugian maupun kerusakan peralatan belum dapat dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, karena akses jalan yang berhasil dibuka baru mencapai STA 23+800.

Untuk STA di atas titik tersebut masih dalam proses pembukaan akses, yang dilanjutkan pada hari ini menuju arah Elelim,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan PT Hutama Karya terkait upaya pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

“Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, pada Minggu (8/2) sekitar pukul 13.00 WIT, PT Hutama Karya telah menginstruksikan seluruh subkontraktor yang tersebar di beberapa titik untuk membantu proses evakuasi kendaraan yang terjebak longsoran di sepanjang ruas jalan Trans Papua,” ujar Kompol Joni, Selasa (10/2)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Warga Diminta Tidak Terprovokasi Soal Isu SukuWarga Diminta Tidak Terprovokasi Soal Isu Suku

Warga Diminta Tidak Terprovokasi Soal Isu Suku

Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…

10 hours ago

PN Wamena Keluarkan Jadwal Sidang Mediasi Gugatan Terhadap Pemkab Jayawijaya

Kuasa Hukum PT Putra Baliem Mandiri  Chairul Fahru Siregar, mengakui telah mengajukan gugatan di pemda…

11 hours ago

Drainase Pasar Lama Ditata, Bupati Minta Pedagang Jaga Kebersihan

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, setelah drainase dibersihkan dan ditata, para pedagang maupun masyarakat yang…

12 hours ago

Potensi Besar, Pelanggan Air Bersih Sentani Baru 4.350

Direktur Utama PT AMJ Robongolo Nanwani, Entis Sutisna, mengatakan jumlah tersebut masih jauh dibandingkan total…

13 hours ago

Tekanan Ekonomi, Banyak Bujangan Masuk RS Jiwa

Tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan ternyata tidak hanya berdampak pada tingkat kesejahteraan, tetapi…

14 hours ago

BMKG Waspadai Sebaran Asap Lintas Batas dari Papua Nugini

Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…

15 hours ago