Categories: BERITA UTAMA

PKL Tak Boleh Lagi Jualan di Depan Kantor Gubernur

JAYAPURA-Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Bencana Provinsi Papua, Welliam Manderi menegaskan jalur sepanjang depan Kantor Gubernur harus bersih dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).

  “Jalur sepanjang Kantor Gubernur adalah kawasan yang tidak boleh ada PKL dan lainnya, karena ini wajah Kantor Gubernur,” kata Manderi kepada wartawan di Jayapura, Senin (10/10).

  Menurut Manderi, depan Kantor Gubernur Papua adalah kawasan steril. Namun diperbolehkan untuk orang yang santai atau sebatas duduk di lokasi tersebut, sementara untuk berjualan tidak boleh.

  “Ke depan tidak ada lagi PKL di lokasi (jalur depan Kantor Gubernur-red) itu, sebab itu jalur yang sebenarnya tidak boleh ada apa-apa,” tegasnya.

  Sementara itu, untuk eks Venue Selam yang berlokasi di depan Kantor Gubernur Papua, Manderi mengaku pihaknya sudah membicarakan dengan pemilik hak ulayat yang nantinya akan menyelesaikan aset tersebut.

  “Kita tadi sudah bicarakan dengan pak Ondo dan sudah ada etikad baik dari beliau, memang itu hak ulayat, namun kita lihat juga bagaimana indahnya kota ini,” kata Manderi.

  Lanjut Manderi, dalam waktu dekat pihaknya akan bersama sama dengan pemilik hak ulayat melakukan pembahasan. “Jika sudah ada negosiasi yang baik antara Pemerintah Provinsi Papua dengan Pak Ondo maka lokasi tersebut bisa disterilkan.”ujarnya.

  Ia berharap dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan, sehingga jalur tersebut aman. Sebab, dianggap menganggu aktivitas pembangunan, tetapi juga aktivitas kantor lantaran badan jalan sudah sempit.

“Nantinya ada ganti rugi kepada pemilik hak ulayat, sementara untuk para penyewa urusannya dengan Pak Ondo bukan menjadi urusan kami,” jelasnya.

  Disinggung apakah eks Venue Selam akan dibongkar total atau seperti apa, Manderi menyampaikan perlu dilihat, bahkan pihaknya bakal meminta masukan dari KONI seperti apa kedepannya.

  “Karena tempat itu adalah salah satu tempat kita mendapat emas saat PON, jadi kita harus mempertahankan itu,” ungkapnya.

  Secara terpisah, seorang penjual bakso mengaku sedih jika nantinya mereka tak bisa lagi berjualan sekitar areal depan Kantor Gubernur, termasuk para hari libur. Padahal kawasan itu cukup ramai dengan orang rekreasi maupuan bersantai di tepi pantai, hal ini yang menarik para PKL untuk berjualan di sana, meski ditarik pungutan.

   “Mau bagaimana lagi, terpaksa cari tempat baru untuk menjajakan jualan. Namun selama ini kami berjualan selalu membayar tagihan yang diminta,” ungkapnya. (fia/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

    Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…

39 minutes ago

Dorong Kemandirian Ekonomi, DPMK Perkuat Pembinaan BUMKam

  Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…

2 hours ago

11 Serpihan Proyektil Diangkat dari Tubuh Korban

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…

3 hours ago

Masyarakat Pesisir Jadi Sasaran Serbuan Teritorial Kodaeral X

   Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…

4 hours ago

Bina Mental dan Iman, Pemkot Lanjutkan Program Umrah

Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir.…

5 hours ago

KKN FEB Uncen Edukasi Tata Kelola Keuangan di Kampung

   Selama masa pengabdian, ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 43 kampung yang mencakup tiga wilayah…

6 hours ago