Categories: BERITA UTAMA

Terkendala Komunikasi, Sulit Tangkap Pelaku  Pembunuhan

Irjen Pol Paulus Waterpauw ( foto: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, terkendala komunikasi menyebabkan Polisi sulit menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo pada Agustustu lalu.

“Kendala kami dikomunikasi, ketika keluar dari area Polres Yahukimo, anggota sudah tidak bisa lagi berkomunikasi,” ucap Kapolda kepada wartawan usai pembagian masker di Taman Imbi, Kamis (10/9).

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, terjadi tiga kasus pembunuhan di Yahukimo pada Agustus lalu, dimana 11 Agustus 2020  pembunuhan terhadap Henry Jovinski (25) Staff KPU Kabupaten Yahukimo. Kasus kedua 20 Agustus kasus pembunuhan dengan korban Muhammad Thoyib (39) tukang meubel dan kasus pembunuhan ketiga yakni dengan korban Yauzan Alias Ocang (34) tukang antar batako.

Menurut Kapolda Paulus Waterpauw, terkait dengan kasus pembunuhan beruntun di Kabupaten Yahukimo, Dirkrimum, Dansat Brimob dan Wadir Intel Polda Papua masih terus intensif menangani kasus ini.

“Tiga pejabat utama kami masih terus berkoordinasi dengan satuan tugas di sana (Yahukimo-red) untuk melakukan upaya-upaya mengejar pelaku,” paparnya.

Dikatakan, dua kali pernah ada dugaan yang dimaksud upaya untuk mengkomunikasi  dengan anggota bantuan. Namun hal ini sulit lantaran komunikasi di daerah tersebut.“Doakan saja semua bisa terungkap, kami mau agar  kasus ini semuanya jelas,” kata Kapolda

Sebelumnya, pasca kasus pembunuhan di Yahukimo, anggota gabungan melakukan penyisiran dan razia Sajam dilakukan ditiga titik yakni titik pertama di jembatan Kali Buatan. Titik kedua di lokasi pasar baru dan titik ketiga di kompleks Perumahan DPRD lama.

Dari hasil penyisiran dan razia sajam di tiga titik tersebut, tim berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa 7 buah busur panah, 100 buah anak panah, 4 buah senapan angin, 3 buah tas noken bercorak bintang kejora, 4 buah gelang tangan bercorak bintang kejora, 1 buah topi sulam bercorak bintang kejora, 2 buah tombak, 3 buah parang panjang. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

“Jangan Cuma Omon-Omon, Prabowo Harus Ambil Langkah Konkret Soal Karhutla”

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…

18 hours ago

Dinkes Jayawijaya Keluarkan Edaran kepada Masyarakat Terkait penggunaan Masker

Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…

22 hours ago

6 Hektare Lahan di Distrik Wesaput Terbakar, Ada Unsur Kesengajaan?

Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…

23 hours ago

Stok Beras Menipis, Bulog Merauke Datangkan 5.000 Ton

Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan,  dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…

24 hours ago

Polres Mimika dan Nabire Diusulkan Naik Status Jadi Polresta

Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…

1 day ago

Jalur Laut Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan

   Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto,  mengungkapkan bahwa  penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…

1 day ago