Categories: BERITA UTAMA

TPNPB Tuding Rekayasa Aparat

JUAL NANAS: Sejumlah Mama-mama sedang menjual buah nanas di depan Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (10/6). ( FOTO : Elfira/Cepos)

Hari ini, Upacara Kembalinya 4 Anggota OPM Digelar

JAYAPURA-Kembalinya ajudan Goliath Tabuni, Telengga Gire (30) bersama tiga rekannya Piningga Gire (25), Tikelas Tabuni (30) dan Perengga (27) ke pangkuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang diterima oleh Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Agus Sunaryo di Kampung Wurak, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (8/6), dituding TPNPB/OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka) sebagai rekayasa aparat. 

Pasalnya, Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengklaim, Telengga Gire bersama tiga rekannya bukan militer TPNPB/OPM. “Semua angota TPNPB berada dalam garis komando yang jelas dan terorganisir. Saya mau sampaikan mereka yang menyerahkan senjata itu bukan militer OPM. Mereka ini hanya di pinggir jalan. Jadi kami tidak pernah mengakui mereka, karena jalur koordinasi kami jelas dan angota kami ketahui dengan baik,” sebut Sebby Sambom kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/6). 

Sebby Sambom juga menuding bahwa pengakuan kembalinya Telengga Gire yang disebut sebagai ajudan Goliath Tabuni bersama tiga rekannya adalah permainan TNI-Polri. Bahkan dirinya menyebutkan, rekayasa ini tidak memengaruhi eksistensi, komitmen dan semangat perlawanan TPNPB dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat untuk keluar dari NKRI.

“Ini cari nama dan cari pangkat supaya diakui mereka hebat bisa tangkap anggota TPNPB. Kami TPNPB dan OPM prinsipnya tidak tanggapi itu. Kami tegaskan ini permainan yang sudah basi untuk naik pangkat dan cari jabatan di Papua,” sebut Sebby Sambom. 

Soal pernyataan Telengga Gire yang disampaikan melalui Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi, yang kecewa dengan janji merdeka dari Goliath Tabuni, Sebby Sambom mengatakan, TPNPB/OPM tidak pernah menyampaikan janji seperti yang disebutkan. Sebab menurutnya, kemerdekaan itu akan terus mereka perjuangkan. “Kita perjuangkan dan bukan janji-janji kepada anggota sembarang. Karena ini bicara kemerdekaan, bukan memberikan hadiah yang bisa dilakukan aparat Indonesia,” tambahnya.

Meskipun demikian, hingga kemarin Sebby Sambom mengaku belum mendapat informasi dari Goliath Tabuni terkait anak buahnya yang menyerah. Oleh sebab itu, Sebby Sambom masih menganggap kembalinya Telangga Gire bersama tiga rekannya ke pangkuan NKRI adalah rekayasa. 

Dirinya menambahkan bahwa berbagai aksi penembakan yang dilakukan TPNPB selama ini bukan perang sesungguhnya. Karena aksi ini hanya bersifat menunjukkan eksistensi bahwa perjuangan Papua merdeka masih ada.

“TPNPB atau OPM tidak pernah perang dengan Indonesia. Penembakan selama ini bukan perang  yang sebenarnya. Ini hanya memberikan api semangat agar perjuangan ini tidak padam. Kami  punya manajemen yang jelas dan kami akan perang terbuka. Kami akan bilang mereka masyarakat sipil untuk keluar dan kita akan perang ini. Jadi TPN OPM belum perang,” koarnya. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya rencananya melakukan upacara penerimaan kembalinya ajudan Goliath Tabuni bersama tiga rekannya di Lapangan Alun-alun, Puncak Jaya, Selasa (11/6) hari ini. 

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebutkan, yang hadir dalam upacara penerimaan ajudan Goliath Tabuni bersama tiga rekannya itu di antaranya pemerintah daerah setempat, TNI-Polri dan Satgas yang ada di Puncak Jaya.

“Untuk upacara tak ada pengamanan khusus. Kita gelar seperti biasa saja sambil menunjukkan empat anggota OPM tersebut kepada masyarakat yang ada di Puncak Jaya bahwa keempatnya sudah kembali ke pangkuan NKRI,” ucap Aidi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (10/6).

Ia berharap, keempat anggota OPM yang kembali bergabung dengan masyarakat Puncak Jaya dapat mengajak rekannya yang lain untuk bergabung kembali ke pangkuan NKRI.

Terkait dengan senjata yang diserahkan oleh kelompok OPM dimana hasil rampasan di Polsek Tolikara beberapa tahun silam, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri dalam hal ini Polda Papua.

“Yang pasti akan dicek dulu terlebih dahulu, apakah indeksnya Polisi atau bukan. Namun itu nantinya menjadi urusan Polisi dan butuh waktu untuk mencocokan itu,” terangnya.

Terkait dengan kelompok ini yang juga  terlibat dalam kasus penembakan apakah bisa dimaafkan begitu saja, Aidi mengaku pihaknya sebatas melakukan pembinaan terhadap mereka. Namun, terkait proses hukum atas tindakan yang pernah mereka lakukan itu akan diproses sesuai dengan kebijakan Kepolisian.

“Penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus-kasus yang mereka lakukan itu dari kepolisian, dan seperti apa nanti proses hukumnya,” katanya.

Keempat mantan Anggota OPM tersebut lanjut Aidi sedang berada di Puncak Jaya. Setelah proses upacara pihaknya akan kerja sama dengan Pemda setempat untuk melakukan pendampingan terhadap mereka. Sementara situasi Puncak Jaya sendiri dinyatakan kondusif. (oel/fia/nat)

newsportal

Recent Posts

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

33 minutes ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

2 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

3 hours ago

Harta Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masih Ditelusuri

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Sunandar Pramono, SH, MH menyatakan masih ada terpidana lainnya yang aliran…

4 hours ago

Bangkai Kendaraan Korban Kerusuhan Dipindahkan

Kendaraan yang sebelumnya berada di area parkir Histora dipindahkan ke bagian belakang stadion. Langkah ini…

5 hours ago

Pemkab Jayapura Usul SPBU Doyo Layani Solar Subsidi untuk Truk Sampah

Antrean panjang pengisian BBM subsidi jenis solar di SPBU Hawai. Pemkab Jayapura berencana melakukan audien…

6 hours ago