Diakui Fransiskus, dari operasi pertama yang dilakukan di 3 kelurahan beberapa waktu lalu pihaknya banyak menemukan orang ber-KTP luar dan ketika pihaknya mengecek tetangga maupun RT ternyata banyak yang menggunakan aplikasi Michat.
‘’Kami sudah melakukan tindakan sampai sidang di Kantor Distrik Merauke untuk mereka yang dinyatakan melanggar,’’ terangnya.
Fransiskus Kamijay menjelaskan, berbagai modus dilakukan. Diantaranya dengan tinggal di rumah- rumah kost dengan alasan untuk mencari pekerjaan. ‘’Tapi karena desakan kebutuhan, sehingga memaksa untuk bekerja seperti itu untuk mendapatkan penghasilan. Tapi ada juga yang karena profesi seperti itu,’’ bebernya.
Soal operasi justice, Mantan Kabag Organisasi Setda Kabupaten Merauke ini menjelaskan bahwa untuk justice berikutnya pihaknya harus koordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Merauke untuk turun sama-sama ke lapangan, sehingga diketahui berapa penduduk yang sudah merekam dan berapa yang belum merekam untuk mendapatkan KTP elektronik. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…