

AKP. Handry Bawilling (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Minggu ini, penyidik Polresta Jayapura akan melakukan tahap I terkait dengan pembunuhan yang menewaskan Nasrudin atau Acik (44) pengusaha perhiasan emas di Jalan Hanurata Hol Balai Distrik Muara Tami, Senin (28/6).
Acik tewas lantaran dianiaya warga Afghanistan yang tak lain selingkuhan isteri almarhum.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas melalui Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP. Handry Bawilling mengatakan, tahap I sedang menunggu koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Jayapura.
“Dalam waktu dekat kami lakukan tahap I. Rekonstruksi dengan beberapa adegan yang kami lakukan kemarin sebagai pelengkap berkas perkara,” kata mantan Kapolsek Jayapura Utara ini saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (9/8).
Disinggung apakah ada kemungkinan penambahan saksi dalam kasus ini mengingat keterangan dua tersangka berbeda, Handry Bawilling menyampaikan belum ada penambahan saksi dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada Juni lalu.
“Belum ada penambahan saksi, total 10 saksi termasuk saksi petunjuk yang sudah kami mintai keterangan dalam kasus ini,” ucapnya.
Dikatakan, kedua tersangka saat ini ditahan di lokasi yang berbeda. Tersangka VL yang merupakan isteri almarhum ditahan di ruang tahanan Polresta Jayapura Kota, sementara MM ditahan di Rutan Mapolda Papua.
Sebelumnya, terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban bernama Nasrudin atau Acik (44) meninggal dunia di Jalan Hanurata Hol Balai Distrik Muara Tami, Senin (28/6) sekira pukul 21 :30 WIT.
Korban meninggal dunia dengan beberapa luka bekas benda tajam di sekujur tubuh diantaranya di kepala, punggung tangan dan kaki korban. Sementara para tersangka diamankan tak lama setelah kejadian. Isteri korban diamankan di Makassar sementara tersangka MM diamankan di Entrop. (fia/nat)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…