“Perasaan Agustinus sama dengan saya juga, saya sebenarnya tidak punya cita-cita, tidak punya keinginan untuk menjadi uskup, saya mau jadi seorang Agustinian, saya seorang Biarawan, saya mau hidup dalam kontemplasi, mencari Tuhan dalam doa dan keheningan, tetapi Gereja (di) Papua membutuhkan (saya), Yesus Gembala Agung membutuhkan itu,” ungkap Pastor Bernardus dalam sambutannya.
Pastor Bernardus pun mengatakan bahwa karena ini merupakan pilihan Kristus Sang Gembala Agung, maka ia pun siap untuk menerimanya. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Pastor Bernardus juga meminta tiga hal kepada para Imam, Biarawan dan Biarawati serta umat Katolik sekalian.
Yang pertama, ia mengharapkan seluruh pihak yang disebutkan di atas agar mengedepankan sikap untuk saling mendengarkan. Yang kedua, mengedepankan sikap untuk saling mengembangkan dialog dan komunikasi. Dan yang ketiga adalah sikap untuk saling membantu dan saling bekerja sama. Sebab, menjalankan tugas sebagai seorang Uskup menurut Pastor Bernardus dirinya tak dapat berjalan sendiri dan butuh dukungan serta kerja sama. (mww/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pengamatan satelit menunjukkan penurunan luas dan ketebalan tutupan…
Sekira 12 personel dan satu alat berat dari Polresta Jayapura Kota melakukan pembersihan material longsor…
Beruntung, kobaran api tidak sempat meluas dan hanya menghanguskan sebagian dinding kamar. Peristiwa tersebut terjadi…
Proyeksi tersebut disampaikan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, berdasarkan analisis posisi…
Kasus terbaru adalah peristiwa dugaan anak mengakhiri hidup yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di…
Pengamat politik, Fernando Emas, menilai kemunculan nama Sjafrie sebagai salah satu temuan paling mengejutkan dalam…