

Massa berkumpul di Kampwolker mempertanyakan soal hasil KTT di Vanuatu yang dianggap illegal. Setelah bermalam, massa akhirnya mendapat jawaban bahwa akan dibentuk badan kongres di 7 wilayah, Selasa (7/11) kemarin. (Allen For Cepos)
JAYAPURA – Aksi protes yang dilakukan seribuan orang di halaman kantor Ketua Wets Papua Council di Kampwolker, Waena hingga Selasa (7/11) kemarin siang masih berlangsung.
Mereka bergeming lantaran mendesak petinggi tiga deklarator ULMWP yakni PNWP, NRFPB dan WPNCL untuk segera menjadwalkan kongres guna melakukan pemilihan Presiden ULMWP.
Koordinator Umum untuk 7 wilayah, Allen Halitopo memimpin massa melakukan aksi protes ini. Ia juga yang memimpin massa menggeruduk sekretariat West Papua Council di Kampwolker. Massa rakyat bertahan dari Senin (6/11) kemarin dan bermalam sambil menunggu jawaban atas aspirasi yang disampaikan. Hingga sore kemarin akhirnya muncul jawaban yakni disepakati untuk membentuk badan kongres di tujuh wilayah.
“Para deklarator meminta waktu beberapa hari ke depan untuk berkoordinasi, tetapi rakyat mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Dasar ULMWP kedaulatan tertinggi ada di tangan kami rakyat sehingga kami memberikan ultimatum atau batas waktu 1X24 jam untuk menjawab aspirasi,” tegasnya.
Dan akhirnya kata Alleh disepakati dibentuk badan kongres. “Tadi jam 6 sore barulah dijawab bahwa deklarator ULMWP akan membentuk badan kongres di 7 wilayah,” kata Allen. Oleh sebab itu, massa rakyat tetap bertahan di tempat sambil menunggu jawaban koordinasi deklarator ULMWP yaitu PNWP, WPNCL, dan NRFPB atas aspirasi yang disampaikan.
Pimpinan Parlemen National West Papua atau PNWP sendiri adalah Buchtar Tabuni, kemudian pimpinan Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) adalah Edison Waromi dan West Papua National Coalition for Liberation atau WPNCL adalah Diaz Gwijangge.
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…