Categories: BERITA UTAMA

Wujudkan Tolikara Terang

*Pemkab Tolikara Serahkan Pengoperasian dan Pengelolaan Listrik ke PLN

JAYAPURA-Untukmeningkatkan layanan listrik kepada masyarakat, Pemkab Tolikara menyerahkan sistem pengoperasian dan pengelolaan kelistrikan kepada PT. PLN (Persero). 

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dan General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilyah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid, di Kantor PLN di Jayapura, Senin (8/11).

Bupati Usman G. Wanimbo usai penandatanganan mengatakan, saat ini pihaknya sedang berusaha menyediakan layanan tenaga listrik dalam jumlah besar, dengan kualitas yang handal agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, daya listrik yang ada sekarang ini berkapasitas rendah (1 Megawatt) dan hanya melayani sebagian masyarakat Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara.

“Selain bisa melayani masyarakat dalam hal penerangan, kehadiran listrik membawa dampak perubahan yang sangat besar. Misalnya, para pegawai bisa bekerja secara maksimal, dunia usaha semakin berkembang, dan pelayanan di rumah sakit juga semakin meningkat,” ucap Bupati Usman Wanimbo.

Dikatakan, berdasarkan MoU dengan PLN, Pemkab Tolikara menyediakan sistem kelistrikan, terdiri dari sarana PLTD, jaringan distribusi, sambungan rumah, serta sarana dan prasarana pendukung. Seperti bangunan PLTD, bengkel, kantor pelayanan dan rumah dinas operator. 

Sementara dari pihak PLN akan menyediakan BBM serta mengoperasi dan mengelola seluruh instalasi tenaga listrik. “Kami sedang berusaha agar listrik bisa nyala bulan depan (Desember) sebagai hadiah Natal. Untuk itu, saya mengajak semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda serta seluruh masyarakat Tolikara, mari kita mendukung proses pembangunan dan pengerjaan sarana listrik yang sedang berjalan. Semua ini demi kesejahteraan kita semua,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pertanahan, Energi, Kabupaten Tolikara, Imanuel Gurik, SE., M.Div., mengatakan Bupati Tolikara menargetkan listrik dari energi diesel sudah harus nyala 24 jam siang dan malam,setelah pengelolaan diserahkan kepada pihak PLN dari Pemerintah Tolikara. 

Saat ini menurut Imanuel Gurik, progres di lapangan sudah mencapai 80 persen, dimana sisanya 20 persen akan dirampungkan beberapa hari kedepan. 

“Pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga, baik listrik dan meteran sudah dilakukan dan telah memenuhi JTM dan JTR,” tuturnya.

Ditambahkan, Bupati Tolikara juga mensubsidi warga berpendapatan rendah. Dimana warga berpenghasilan rendah, dilayani pemasangan jaringan dan meteran secara gratis. Selain itu, juga bantu menanggug pembayaran pulsa atau token listrik  dengan nilai Rp 200 ribu perkeluarga.

“Apabila warga ingin menambah berarti tambahan itu ditanggung sendiri. Sementar bagi ASN dan aparat TNI-Polri serta pedagang, semua pemasangan dan pembayaran pulsa atau token listrik ditanggung sendiri,” jelasnya.

“Sesuai komitmen Bupati Usman Wanimbo bahwa warga berekonomi lemah dibantu sebanyak 800 warga. Namun hasil update di lapangan ternyata  701 keluarga dan sisa 99 keluarga akan didata segera,” sambungnya. 

Menurutnya, kekuatan atau daya mesin diesel yang akan melayani masyarakat, menggunakan 3 mesin. Dimana dua mesin memiliki daya 1 mega dan satu mesin lama dengan daya 750 KVH. Sehingga semua 2 mega 750 KVH yang akan beroperasi di Karubaga dan sekitarnya.

Di tempat yang sama Ketua Bappeda Kabupaten Tolikara, Mufli Musaad, S.Sos., menyebutkan, pengalihan pengelolaan energi listrik dari Pemkab Tolikara ke PLN Cabang Wamena guna mendukung salah satu misi Bupati Usman G. Wanimbo yaitu Tolikara Terang. 

Dimana, saat ini Pemkab Tolikara memulai dari ibukota kabupaten di Karubaga dan sekitarnya. Selanjutnya, pengembangan ke distrik, dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Bupati Usman Wanimbo dari awal sudah punya rencana pengelolaan ditangani PLN. Namun rencana itu baru bisa terwujud tahun 2020, karena anggaran mencukupi,” ujarnya. 

Untuk peningkatan pengelolaan energi listrik, Pemkab Tolikara menurut Mufli Musaad telah menganggarkan sekira Rp 23 miliar pada tahun anggaran 2021. Namun masih kurang, sehingga dalam anggaran perubahan dianggarkan lagi Rp 5 miliar guna memenuhi pembangunan infrastruktur. “Diharapkan PLN Cabang Wamena mengelola energi listrik diesel ini secara profesional sekaligus membantu Pemerintah Tolikara efisiensi anggaran. Apabila energi listrik tenaga diesel tidak dikelola secara baik, tentu beban anggaran setiap tahun cukup besar. Untuk tingkatkan pendapatan daerah salah satunya dari pulsa listrik. Untuk itu, pengelolaannya harus profesional,” tutupnya. (Diskominfo Tolikara/nat) 

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago