Categories: BERITA UTAMA

Warga yang Mengamankan Diri Bertambah

JAYAPURA – Jumlah warga yang mengamankan diri di Mapolres Yahukimo, gereja GIDI Evanhastia dan Koramil Dekai semakin bertambah, dari sebelumnya 1.000 orang menjadi 3.609 jiwa.

Warga yang mengamankan diri di beberapa tempat tersebut akibat aksi penyerangan sekelompok orang terhadap suku tertentu. Dimana, akibat penyerangan yang terjadi Minggu (3/10) lalu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, 41 orang luka luka dan rumah warga dibakar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, logistik untuk masyarakat yang mengamankan diri tersebut kebutuhanya dipenuhi oleh pemerintah daerah, dibantu TNI-Polri dan masyarakat dari luar Kabupaten Yahukimo.  

“Polres Yahukimo sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan dengan langkah-langkah pemeriksaan kepada para saksi dan tersangaka serta olah TKP pasca kejadian penyerangan,” terang Kamal, Rabu (6/10).

Dikatakan Kamal, 56 orang yang sebelumnya diamankan oleh Polres Yahukimo, 22 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya masih dalam pemeriksaan intensif Penyidik Satuan Reskrim Polres Yahukimo.

“Setelah dilakukan olah TKP di tempat kejadian, terdapat 5 unit mobil, 11 unit motor dan 7 unit rumah warga dalam keadaan terbakar,” kata Kamal.

Diketahui pada Minggu (3/10) sekira pukul 12.45 WIT terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal. Massa suku Kimyal menggunakan 2 unit mobil minibus. Massa membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku Yali dan melakukan penyerangan.

Akibat penyerangan tersebut, enam orang meninggal dunia puluhan lainnya luka luka hingga ada yang terpaksa dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago