Categories: BERITA UTAMA

Polda Papua Backup Penuh PSU

JAYAPURA-Polda Papua menyatakan siap membackup penuh pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Yalimo tahun 2020 sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D Fakhiri menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo akan membentuk tim kecil dan mulai jalan mempersiapkan pelaksanaan PSU sesuai dengan putusan MK. 

“Prinsipnya kita akan laksanakan apa yang sudah menjadi putusan MK, kita akan backup penuh untuk Yalimo,” tegasnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (6/8). 

Secara terpisah, Komisioner Bawaslu Papua, Ronald M Manoach mengatakan, baik pusat maupun provinsi harus mengambil peran sebagaimana sebelumnya sudah dilakukan koordinasi di tingkat Menkopolhukam.

Diakuinya, pasca putusan MK, masalah Pilkada di Kabupaten Yalimo cukup kompleks. Untuk itu, Bawaslu mendorong KPU menjadi leading sector untuk kemudian  berkoordinasi dengan TNI-Polri dan Pemprov Papua. 

“PSU di Yalimo sebagaimana keputusan yang sudah ditetapkan maka harus dijalankan. Karena sejatinya putusan MK itu final yang mengikat dan harus ditindak lanjut. Namun yang menjadi persoalan  fakta lapangan yang tidak mudah untuk kemudian dilaksanakan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, kemarin (6/8).

Dikatakan, agar PSU di Yalimo berjalan lancar maka perlu sinergitas dan kolaborasi dari semua komponen. Baik itu  KPU,  Bawaslu, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemda serta TNI-Polri.

Bawaslu sendiri menurut Ronald, memberikan masukan agar dibuat Base Yalimo seperti tim kecil untuk kemudian terjun duluan ke Yalimo untuk melakukan rekonsiliasi pertemuan kedua belah pihak. Untuk memberikan pemahaman dengan cara kontekstual seperti acara bakar batu lalu diberi pemahaman dengan cara-cara persuasif.

“Saya yakin masyarakat sudah dewasa untuk bisa memahami, tinggal komunikasi dan sinergitas  serta peran pemerintah daerah dan DPR. Kita harus meninggalkan ego masing-masing untuk menyelamatkan kepentingan umum di Yalimo,” ungkap Ronald.

Dikatakan, permasalahan yang terjadi di Kabupaten Yalimo berdampak pada kabupaten lainnya seperti Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara dan beberapa daerah lainnya. Sehingga, perlu segara  mungkin menyelesaikan persoalan ini bersama.

“Keputusannya kami akan membentuk tim kecil dan kemudian akan intens saling berkoordinasi  turun ke lapangan melakukan negosiasi dan rekonsiliasi. Karena secara yuridis tidak ada satupun  dari kita di negara ini yang bisa melawan. Ini konstitusi, tinggal bagaiman kita menindaklanjuti ini secara arif dan bijaksana,” ucap Ronald yang telah melakukan koordinasi melalui zoom meeting dengan pihak terkait termasuk Polda Papua.

Lanjutnya, untuk keamanan dari paparan TNI-Polri sudah memiliki strategi  yang nantinya ada penebalan pasukan. Bahkan, karena kantor Bawaslu dan KPU tidak ada maka dari pihak polda menyampaikan gedung milik polres akan diberikan kepada KPU dan Bawaslu untuk dapat digunakan sebagai kantor sementara.(fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

14 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

15 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

16 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

17 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

18 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

19 hours ago