Categories: BERITA UTAMA

Masyarakat Adat Ingatkan Akar Budaya Jangan Tercerabut

Rudi Mebri ( FOTO : Gamel/Cepos )

JAYAPURA-Jelang hari masyarakat adat internasional yang jatuh pada tanggal 9 Agustus, sejumlah tokoh adat di Jayapura angkat suara. 

Dikatakan, ada banyak hak masyarakat adat yang hingga kini masih dikesampingkan dan ada cenderung dibutuhkan ketika moment tertentu. Hanya saja tak selalu menyoal tentang hak yang belum diberikan proporsional, ada juga koreksi ke dalam yang menyatakan saat ini banya sekali masyarakat adat yang mulai lupa akan jati dirinya. Apa yang menjadi kesulungan perlahan-lahan tercerabut. 

 Ketua LMA Port Numbay, George Awi  melihat bahwa saat ini masyarakat adat tidak mendapatkan apa yang semestinya diperoleh. Masyarakat adat cenderung hanya menjadi objek semata. “Hak mereka kadang dikesampingkan padahal dalam Undang-undang Otsus sudah memberikan perlindungan namun kenyataan belum diperhatikan secara baik,” ujar George Awi di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (6/8). 

Ia mengakui bahwa selama ini keberadaan  masyarakat adat terkesan dikesampingkan. Contoh konkritnya seperti ada pembangunan yang dilakukan di atas lahan masyarakat adat, kebanyakan mereka yang mendiami lokasi tersebut tak diperhatikan. Kadang ada yang dibayar tapi tidak sesuai, molor dan ketika ada pemalangan baru muncul kalimat masyarakat adat tidak mendukung pembangunan. “Harusnya hal-hal semacam ini tak terjadi. Harus ada harmoni,” imbuhnya. 

Ketua Pemuda Adat Port Numbay, Rudi Mebri justru melihat bahwa saat ini banyak  tatanan yang perlahan tercerabut. “Tak ada yang membatasi masuknya penduduk baru dan pelan-pelan banyak tanah yang terlepas. Coba jangan memunculkan pikiran bahwa tanah ini jangan dijual sebab hak hidup hanya ada di situ, bukan pada barang lain dan ini yang masih sering terjadi, jual-jual tanah,” singkatnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago