Sementara di wilayah perkampungan, persoalan ATS lebih banyak berkaitan dengan kondisi geografis, sosial dan ekonomi keluarga. Anak kerap diajak orang tua berburu atau bekerja di kebun sehingga pendidikan mereka terabaikan.
“Di daerah perkampungan, misalkan orang tua mengajak anak pergi berburu atau bekerja di kebun. Jadi anak-anak tidak sekolah dengan baik, sedangkan usia mereka berjalan terus. Ini melahirkan anak yang tidak sekolah dan jumlahnya semakin meningkat,” katanya.
Ia mendorong pemetaan dan validasi data ATS sekaligus mitigasi terhadap berbagai faktor penyebab anak meninggalkan sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka anak tidak sekolah dan membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang telah terputus dari bangku sekolah. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…