

Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait ST., M.Si
JAYAPURA-Dengan telah disepakatinya kebijakan Adapatasi New Normal, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST., M.Si., menyebutkan bahwa seluruh kabupaten di Papua, secara bertahap sudah dapat melakukan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka.
“Kecuali Kota Jayapura, seluruh kabupaten di Papua secara bertahap sudah dapat melakukan proses belajar tatap muka. Namun, dengan catatan, pemerintah kabupaten atau gugus tugas di tingkat kabupaten memberikan rekomendasi dibuka kembalinya aktivitas sekolah bagi peserta didik,” beber Christian Sohilait, Selasa (4/8) kemarin.
Sohilait mengaku, pihaknya akan menyiapkan petunjuk teknis bagi sekolah yang akan kembali melakukan aktivitas belajar mengajar tatap muka.
“Setelah Surat Edaran Gubernur dikeluarkan, juknis akan kami siapkan, dalam hal ini perihal persiapan sekolah secara teknis,” jelasnya.
Sohilait mengaku bahwa pihaknya telah membagikan check list bagi setiap sekolah di Papua dalam memenuhi standar protokol kesehatan dalam aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Tertuang dalam check list yang dimaksud, memastikan peserta didik datang ke sekolah dalam kondisi sehat, menyiapkan fasilitas protokol kesehatan, mulai dari thermo gun, wastafel pencuci tangan, ruang kelas diatur dengan jumlah 8 – 10 siswa/kelas, kantin tidak dibuka, hingga transportasi peserta didik ke sekolah
“Kalau ada kasus dimana orang tua tidak menginginkan anaknya ke sekolah karena khawatir pandemi Covid-19, maka pihak sekolah tidak bisa memaksakan anak ke sekolah. Artinya, bisa jadi bukan karena sekolah, melainkan orang tua lebih paham situasi perjalanan anak menuju atau pulang sekolah. Ini bisa terjadi berdasarkan pengalaman dari daerah lain, dalam diskusi yang kami lakukan bersama Kadis Pendidikan se-Indonesia,” terangnya.
Namun, bisa juga sebaliknya, dimana adanya kasus orang tua membuat pernyataan agar aktivitas sekolah kembali dilakukan.
“Artinya, ada kondisi sekolah belum beroperasi karena melihat situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19, namun di sisi lain orang tua menginginkan sekolah dapat kembali beroperasi agar anak-anak dapat belajar, maka itu bisa dilakukan. Ini yang memang dimaksudkan dengan sekolah yang dibuka secara bertahap,” tambahnya.
Kata Sohilait, seperti halnya Supiori dan Kepulauan Yapen telah menyampaikan rekomendasi agar aktivitas sekolah di daerahnya masing-masing dapat kembali berjalan.
“Jadi, yang sudah menyampaikan rekomendasi itu dari Supiori dan Yapen. Saya juga sudah koordinasi dengan Bupati Jayapura, dimana beberapa sekolah di sana memang harus diperhatikan secara baik. Salah satunya sekolah yang dekat Pasar Lama Sentani itu belum dapat melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Pasalnya, keselamatan dan kesehatan para guru dan peserta didik sangat penting untuk dijaga dan harus kita utamakan,” pungkasnya. (gr/nat)
Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Pemda Wilayah I BPKP Provinsi Papua, Hendro Wibowo mengatakan, manajemen risiko…
Pesan tersebut sejalan dengan harapan Ketua IKEMAL Kota Jayapura, Piter Kainama, yang mengajak seluruh…
Plt Kepala BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyebutkan dari informasi yang dihimpun…
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran…
Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…
Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…