Categories: BERITA UTAMA

Peningkatan 1.755 Kasus Covid-19 Kumulatif

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., ( FOTO: Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA-Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., menjelaskan, peningkatan kasus terkonfirmasi positif baru sebanyak 1.755 orang sebagaimana diberitakan di sejumlah media Kamis (3/12), merupakan angka kumulatif dalam dua minggu belakangan.
Dengan kata lain, penigkatan 1.755 kasus tersebut tidak terjadi dalam satu hari saja. “Angka itu adalah angka kumulatif dari kurang lebih dua mingguan. Memang selama November, terjadi peningkatan angka positif sekira 2.000-an kasus, atau 2.023 kasus selama bulan November,” ungkap dr. Silwanus Sumule, via telepon, Kamis (3/12) kemarin.
Kemudian, Kementerian Kesehatan, dalam hal ini Satgas Covid-19, awalnya menciptakan sistem, yang disebut all record, dengan maksud pendataan perkembangan Covid-19 tidak dilakukan secara manual.
“Jadi, mereka tinggal ambil data dari all record tersebut. Nah, dalam perjalanannya, kondisi itu belum berjalan sebagaimana mestinya. Ada sedikit kesalahan sehingga data tersebut tidak bisa ditarik. Kemudian, mereka minta kepada kita untuk segera melaporkan (data) secara manual,” jelasnya.
“Nah, pada saat kita mengirim data itu, karena diminta manual, secara kumulatif, ya kita kirim datanya per hari dan dihitung secara kumulatif dan kesannya itu meningkat. Sebenarnya tidak seperti begitu. Karena sebagai acuan, kita kemarin hanya bertambah 29 kasus terkonfirmasi positif baru,” sambungnya.
Selain itu, dr. Sil sapaan akrabnya, menjelaskan alasan lain yang mana peningkatan kasus positif baru di Papua tidak dapat mencapai 1.700 orang dalam satu hari. Hal ini berkorelasi dengan pemeriksaan sampel swab dengan metode PCR yang dilakukan.
“Kita juga tidak bisa melakukan pemeriksaan per hari mencapai 1.700 sampel. Maksimal itu 400 – 500 sampel per hari,” tambahnya.
Di Kota Jayapura sendiri, rata-rata pemeriksaan per hari itu mencapai 300 sampel dengan pemeriksaan di 3 tempat, yakni Rumah Sakit Marthen Indey, Litbangkes, dan Rumah Sakit Dian Harapan dengan pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler). Sedangkan Labkesda masih terkendala reagen. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

8 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

10 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

11 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

12 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

13 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

14 hours ago