Sementara suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido saat lima korban dimakamkan dalam satu liang lahat, Senin (1/6). Sebelum dimakamkan, kelima korban terlebih dahulu menjalani ibadah pelepasan di Ruang Jenazah RSUD Biak Numfor. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga korban, masyarakat, tokoh agama, unsur Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta perwakilan TNI-Polri yang memberikan penghormatan terakhir kepada para korban.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Bupati Markus menyampaikan belasungkawa mendalam. Tangis keluarga pecah saat memberikan penghormatan terakhir dan menaburkan tanah sebagai simbol perpisahan kepada orang-orang yang mereka cintai.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan pengamanan di lokasi ledakan serta melanjutkan pencarian terhadap korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi saat melakukan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan.
Selain granat nanas tersebut, petugas juga menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan cara digerinda. Seluruh temuan langsung diamankan guna mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun personel yang masih melakukan penanganan di sekitar lokasi kejadian.
Temuan itu semakin memperkuat dugaan bahwa masih terdapat material berbahaya di area sekitar lokasi ledakan. Karena itu, proses sterilisasi dan penyisiran lanjutan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tersisa. Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore dan langsung bergabung dengan tim gabungan.
Tim ini dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey, langsung menuju Mapolres Biak Numfor untuk menerima paparan situasi dari Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, sebelum bergerak ke lokasi kejadian. Dalam arahannya, Kapolres Biak Numfor menegaskan bahwa proses sterilisasi sangat penting guna mendukung pencarian tiga korban yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi selama proses pemeriksaan berlangsung. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh,” katanya.
Hidayatullah menambahkam bahwa dari informasi yang mereka peroleh dilapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya. Kondisi tersebut membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan peralatan khusus serta sesuai standar penanganan bahan peledak.
Di atas kapal megah milik PT Pelni ini, ada 2 ribu penumpang yang ikut berlayar.…
Di balik performanya yang energetik, Paulus memiliki segudang pengalaman tempur dan rekam jejak yang tidak…
Bagi banyak orang, keju cheddar dan keju krim sudah menjadi bagian dari gaya hidup harian.…
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) telah memerintahkan Polda Metro Jaya melanjutkan penyidikan kasus penyiraman…
“Pandangan yang menyebut kunjungan luar negeri Presiden hanya sebatas pencitraan atau seremoni tidak tepat. Yang…
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan viralnya pengakuan seorang penonton konser F4 di Jakarta yang mengaku sempat…