Categories: BERITA UTAMA

Yunus Wonda: Mutilasi Merupakan Kejahatan yang Sangat Jarang terjadi di Papua

Namun ini Justru Dilakukan Oknum Aparat

JAYAPURA-Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda mengaku sedih atas kondisi saat ini, pasalny aparat yang harusnya melindungi dan menjaga rakyat justru menjadi pelaku yang menyakiti hati rakyat.

“Kami sedih sekali karena dimana disaat kondisi Papua yang lagi tenang justru  terjadi persoalan yang menyayat hati. Mengapa di saat Papua damai malah luka  baru dibuka kembali dan ini sama seperti menambah panjang catatan kelam Papua akibat oknum aparat,” kata Yunus Wonda kepada wartawan di Pantai Holtekamp, Jumat (2/9). Ia mengatakan kejadian di Timika dan di Mappi akan menambah panjang cerita duka di Papua.

Luka lama belum disembuhkan muncul luka baru. Kata Yunus seharusnya jika memang para korban yang dianiaya ini menjadi target karena dicurigai melakukan tindak pidana seharusnya dipanggil atau ditangkap kemudian diproses hukum dan bukan dengan cara–cara yang tidak berprikemanusiaan.

“Kalau salah ya proses hukum, bukan dipotong, dicincang. Ini hanya menambah luka bagi masyarakat di Papua dan ini lebih kejam dari pembunuhan yang dilakukan Fredy Sambo,” beber Yunus.

Iapun meminta presiden bisa mengintervensi situasi ini dengan memberi stretching kepada aparat yang bertugas di Papua.  Jangan sampai  orang Papua justru merasa ketakutan di atas negerinya sendiri.

“Hari ini kalau mau jujur masih banyak daerah yang tidak nyaman. Mengapa kami anak bangsa diperlakukan seperti ini. Aparat yang ada bukan untuk mengancam rakyat tapi melindungi rakyat namun yang terjadi banyak yang merasa tidak nyaman. Presiden harus melihat ini,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan  karena perbuatan mutilasi merupakan kejahatan yang sangat jarang terjadi di Papua namun ini justru dilakukan oknum aparat. Begitu juga kejadian di Mappi yang diyakini akan mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap aparat yang ditempatkan di Mappi. “Sekali lagi, jika salah ya silahkan tegakkan aturan, bukan main bunuh seperti itu,” cecar Yunus. (fia/ade/wen)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago