Categories: BERITA UTAMA

Sejumlah Obat Tradisional Disinyalir Tidak Berizin

Hindari Obat Tradisional yang Berbahaya

JAYAPURA-BBPOM Jayapura mengelar kegiatan komunikasi informasi edukasi (KIE) tentang Perkuat Sinergitas Penta Heliks Dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia, di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (1/11).

  Kepala Balai Besar POM, Mojaza Sirait mengatakan tujuan adanya kegiatan tersebut untuk membangun hubungan  kerjasama dengan masyarakat maupun stakholder yang ada dalam hal mengatasi persoalan penanganan obat tradisional mengandung bahan kimia yang ada di Papua.

  “Kami (BBPOM) Jayapura berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, peserta yang hadir bisa menjadi penyalur informasi kepada masyarakat luas,” ujarnya.

  Menurut dia, bahwa selama ini obat tradisional yang dijual di Papua justru lebih banyak impor dari luar Papua, sehingga harapannya dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti itu bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait jenis obat tradisional yang sesuai dengan standard BPOM.

  “Terkadang kita ini terpengaruh dengan iklan ataupun tawaran harga barang yang terjangkau murah, namun tidak memperhatikan standar penggunaannya apakah sesuai dengan standar BPOM atau tidak,” katanya

  Terlepas dari pada itu, Mozasa juga meminta kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan label obat sebelum digunakan. “Jangan mudah terpengaruh dengan jangkauan harga maupun iklan produk, tetapi hal utamanya adalah memeperhatikan produk tersebut sudah ada label izin edar dari BPOM atau belum,” bebernya

  Mojaza Sirait, juga mengungkapkan selain peserta kegiatan peran media baik media sosial maupun media masa dan juga media cetak sangat membantu pihak BPOM untuk mengedukasi kepada masyarakat.

  “Kita tahu bahwa SDM yang dimiliki oleh BPOM Jayapura sangat terbatas sehingga kami harapkan peran dari teman teman wartawan sangat berdampak besar untuk melakukan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya

  Lebih lanjut dia sampaikan bahwa balai besar POM Jayapura akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan kepada masyarakat dalam menghindari pengunaan obat-obat tradisional yang berbahaya.

  “Kami akan rutin melakukan pengawasan terhadap peredaran obat tradisional yang ada di Papua, demi keselamatan masyarakat luas,”ujarnya. (rel)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

3 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

3 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

3 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

3 days ago