“Jumlah rumahnya kami belum tahu pasti, tetapi memang ratusan. Baik rumah pribadi maupun kos-kosan, jumlahnya hampir sama,” katanya. Menurut Edralin, tidak terdapat bangunan perkantoran yang terdampak kebakaran namun ada 1 masjid yang ikut terbakar.
Pasca kebakaran, warga mulai dievakuasi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman. Pemerintah Kelurahan Mandala menyiapkan beberapa lokasi sementara, termasuk kantor lurah, bangunan sekolah dan Lapangan Mandala.
Edralin mengatakan, pemerintah berencana membangun posko pengungsian di sekitar lapangan basket Mandala yang berada di samping lapangan sepak bola Mandala. “Untuk sementara warga kami relokasi ke tempat-tempat terdekat. Ada yang di kantor lurah, ada juga di sekolah. Rencananya nanti posko akan dibangun di belakang Mandala, di sekitar lapangan basket,” jelasnya.
Pihak kelurahan, kata Edralin, masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kota Jayapura untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk penyediaan tenda pengungsian dan dapur umum.
“Kami sementara melakukan relokasi warga ke tempat-tempat terdekat. Untuk kebutuhan lainnya, kami masih menunggu bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial, termasuk pembangunan posko dan dapur umum,” ujarnya. Sebagian besar warga yang bermukim di kawasan Kampung Nelayan diketahui bekerja sebagai nelayan. Sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang dan karyawan toko.
Pantauan di lokasi, warga berhamburan meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian mengungsi ke arah jalan raya dan Lapangan Mandala. Warga lainnya terlihat berusaha menyelamatkan barang-barangnya ke laut menggunakan perahu.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat TNI dan Polri serta sejumlah mobil tangki air berjibaku memadamkan api. Namun, kencangnya angin membuat kobaran api sulit dikendalikan dan terus merambat ke bangunan di sekitarnya.
Kondisi di lokasi juga sempat diwarnai kepadatan warga yang ingin menyaksikan kebakaran. Sejumlah warga bahkan melakukan siaran langsung melalui media sosial. Hal tersebut sempat mengganggu akses kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi. Aparat kemudian mengimbau warga agar tidak menghalangi jalur kendaraan pemadam dan menjauh dari area kebakaran demi keselamatan.
Di tengah penanganan kebakaran, PT Air Minum Jayapura (AMJ) turut bergerak membantu memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum bagi warga terdampak. Direktur PT AMJ Jayapura, Entis Sutisna, mengatakan pihaknya prihatin atas musibah yang menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa obrolan tidak pantas di grup WhatsApp yang beredar di media sosial tersebut dinilai…
Penyebab pertama mengakar pada pergeseran sosial yang berlangsung cepat sejak awal milenium. Sejak memasuki tahun…
Di antara reruntuhan, anak-anak bermain dengan rangka sepeda yang hangus terbakar. Di sudut lain,…
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., yang…
Dugaan pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan sejumlah siswa SMAN 4 Jayapura mendapat perhatian Ombudsman…
Olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Senin (30/8) tersebut. Dalam…