

Triwarno Purnomo (FOTO:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Sementara itu, Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan, bantuan keuangan yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura untuk para pendeta yang berangkat ke Israel itu merupakan bantuan keuangan dari bagian pemerintahan. Yang jelas dana tersebut merupakan bantuan keagamaan bagi para pendeta tersebut.
“Jadi untuk para pendeta yang ke Israel itu bantuan keuangan di bagian pemerintahan, nanti silakan ditanyakan saja bantuan keuangan di pemerintahan,”ungkapnya.
Namun demikian terkait dengan keberadaan dualisme Persatuan Gereja-gereja Jayapura (PGGJ), dirinya meminta untuk menyelesaikan secara internal.
“Masalah PGGJ yang mana-yang mana, itu silakan saja internal PGGJ menyelesaikan. Apakah kubu Joop Suebu, atau Naftali Modouw, yang jelas itu bantuan keagamaan bagi para pendeta ke Israel. Nilainya nanti cek saja di sana, di bagian pemerintahan dan berapa pendeta yang kita berangkatkan, itu dicek saja di sana,” tambahnya.(roy/wen)
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…
Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyatakan bahwa ketertutupan informasi ini menabrak aturan. Merujuk pada…