Categories: BERITA UTAMA

Sakit dan Terperosok ke Parit, Seorang Pria Tewas

JAYAPURA-Seorang pria bernama Steven Rumondor (48) ditemukan tewas di dalam saluran air di depan Hola Mart, Pasar Youtefa. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan separuh badannya terendam air.

Diduga korban mengidap penyakit epilepsy dan saat kambuh tidak ada yang memperhatikan kemudian terjatuh terperosok. Warga sendiri tak lama menemukan korban namun sayangnya saat itu nyawanya tak lagi tertolong.

Kepolisian Sektor Abepura dengan dibackup Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota   yang turun ke lokasi awalnya kebingungan karena tidak ditemukan identitas korban. Yang diketahui saat itu korban berjenis kelamin laki-laki mengenakan pakaian kaos berwarna coklat dan celana pendek warna biru.

“Saksi bernama Dedi pertama kali mengetahui kejadian tersebut dan saat ada seseorang melintas di TKP, ia pun langsung memberitahukan bahwa ada mayat di dalam selokan,” ujar Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak, Kamis (30/6).

Lebih lanjut kata Kapolsek, saksi Dedi kembali memastikan setelah itu menyampaikan kepada rekannya bernama Marko untuk menghubungi Polsek Abepura via telepon.

Personel Polsek Abepura yang dipimpin Ipda Aditama Tantowi, S.Tr.K mendatangi lokasi kejadian disusul Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP. Handry M. Bawiling, S.Sos., MM., bersama personel Bidang Labfor Polda Papua ke TKP selanjutnya memasang police line guna mengamankan lokasi.

“Setelah mengumpulkan keterangan di lokasi kejadian ditemuilah saksi bernama Alfin yang merupakan rekan korban dimana diketahui mereka tinggal bersama. Disitulah identitas korban diketahui,” jelas Lintong.

Lintong menambahkan, dari hasil Olah TKP dan evakuasi jasad korban, tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan oleh pihak Bidang Labfor Polda Papua. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan dicari tahu penyebab kematiannya.

“Dari keterangan rekan korban bernama Alfin, diketahui bahwa korban memiliki riwayat sakit dimana ia sudah lama mengidap penyakit epilepsy dan sering kambuh. Untuk luka yang di kaki korban, sudah lama dan memang susah sembuh,” tambah Kapolsek Lintong.

Dari fakta-fakta ini  disimpulkan sementara bahwa korban tewas karena penyakitnya kambuh dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Diduga korban meninggal karena sakit, kemungkinan penyakitnya kambuh saat korban melintas di TKP. Sementara dari pihak keluarga korban telah menerima kematian saudaranya tersebut karena sudah lama mengidap sakit dan dari keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Lintong. (ade/cr-267/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago