Categories: BERITA UTAMA

Air Cycloop Keruh, Ada Pemukiman di Hulu Sungai

AIR KERUH: Sejumlah bocah sedang bermain di Sungai Phara, Kampung Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, yang airnya keruh, Kamis (28/2). ( FOTO : Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Sejumlah warga di daerah Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura menemukan adanya aktivitas masyarakat di daerah pegunungan Cycloop tepatnya di atas sumber mata air Cycloop.

Selain pemukiman,  juga ditemukan adanya pembukaan lahan perkebunan masyarakat di daerah tersebut.

”Ada pemukiman di sana dan ini yang menyebabkan terjadinya longsor di mata air Cycloop,” ungkap Freddy Suebu salah seorang warga Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/2). 

Sudah hampir sebulan, warga mengeluhkan air PDAM yang berasal dari mata air pegunungan  Cycloop. Air yang dialirkan ke rumah warga keruh sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Beberapa warga menyebutkan, kondisi air yang keruh diduga akibat terjadinya longsor di hulu sungai yang menjadi sumber air bagi warga Sentani dan sekitarnya. 

“Di atas itu ada kebun masyarakat, tepat di atas hulu Cycloop. longsor itu menutup tiga mata air yang ada di sana dan kami sudah melihat itu,” tutur Freddy Suebu yang diamini warga lainnya. 

Dia memprediksi kondisi air yang keruh ini bakal berlangsung lama apabila tidak ada upaya untuk membersihkannya. Namun untuk membersihkan longsor tersebut menurut Freddy tidak bisa menggunakan tenaga manusia.

”Kalau pakai alat berat bisa tapi mau bawa ke sana bagaimana. Ini longsornya bukan kecil tapi lokasinya besar sekali dan ini akan berlangsung sangat lama. Bahkan bisa  sampai satu tahun ke depan,” pungkasnya. 

Secara terpisah Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan ini. 

Diakuinya,  kondisi air yang keruh seperti saat ini menyulitkan pelanggan PDAM Sentani. Dirinya berharap warga tetap bersabar dan menanti upaya-upaya pekerjaan yang sedang dilakukan oleh pihak PDAM. 

Sementara ini untuk persoalan air keruh,  PDAM Jayapura menurut Entis Sutisna menggunakan alat instalasi pengolahan air yang berada di Kampung Sereh. Alat ini berfungsi untuk menjernihkan air.
“Namun saat ini yang bisa kita operasikan itu baru 12,5 liter  per detik. Ini upaya maksimal kami untuk tetap menjangkau para pelanggan yang ada di kota Sentani,” jelasnya.

Meskipun upaya ini belum maksimal menjernihkan air, namun pihaknya juga akan mencarikan solusi yang terbaik mengatasi kekurangan air bersih bagi masyarakat di Sentani dan sekitarnya.

”Air ini memang belum layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu sementara ini pasokan  ke pelanggan kita hentikan dulu,” tambahnya.

Air menurut Entis Sutisna baru akan kembali dialirkan ke pelanggan apabila hasil penyaringan sudah bisa maksimal. ”Tapi kalau tidak bisa, kami akan carikan upaya lain,” pungkasnya. (roy/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

7 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

8 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

9 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

10 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

11 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

12 hours ago