Categories: PARIWARA

Rektor IAIN: Syarat Ambil Ijazah Harus Bawa Bukti Jurnal

JAYAPURA-Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, M.Pd menegaskan bahwa salah satu syarat untuk mengambil ijazah adalah dengan membawa bukti hasil penelitiannya yang sudah dipublikasi di jurnal yang bereputasi.

“Salah satu syarat ambil ijazah adalah harus bawa jurnalnya ke kampus, baru bisa ambil ijazah. Kalau tidak, berarti tidak bisa ambil ijazah,” tegasnya saat menyampaikan sambutan pada acara Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua, di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Sabtu (27/5)

  Pihaknya menjelaskan publikasi hasil penelitian ke Jurnal Bereputasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana, bahkan tidak hanya mahasiswa pascasarjana.

  “Di perguruan tinggi manapun menjadi syarat bahwa penelitiannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Bukan hanya skripsi atau tesis saja. Tapi harus dipublikasi ke Jurnal yang sudah terakreditasi, supaya tulisan kita diakses dan dibaca oleh orang banyak dan bermanfaat untuk orang banyak,” jelasnya.

  Oleh sebab itu, lanjutnya, Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua mewujudkan kegiatan workshop ini supaya para mahasiswa dilatih bagaimana cara menulis yang baik, mulai dari latar belakang, teori maupun hasil penelitiannya agar bisa dipublikasi di jurnal bereputasi, walaupun Jurnal Sinta 5 (akreditasinya paling rendah).

   Di tempat yang sama, Direktur Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Faisal,S.Ag, M.H.I., menjelaskan bahwa saat ini sudah menjadi tuntutan bagi mahasiswa di semua tingkatan, baik di jenjang Strata 1 (S1), Strata 2 (S2) maupun Strata 3 (S3) bahwa ending dari hasil penelitiannya harus dipublikasikan di jurnal bereputasi.

  “Ini menjadi persyaratan untuk menyelesaikan studi, termasuk di program pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua. Ini sudah menjadi ketentuan nasional bahwa hasil penelitian mahasiswa harus dipublikasi. Oleh karena itu pascasarjana memfasilitasi para mahasiswa untuk melakukan pelatihan bagaimana menulis jurnal dan ini setiap tahun kita lakukan untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya semester 3 dan 4,” paparnya.

  Workshop ini menghadirkan pemateri Dr. Suharno, M.Si, yang merupakan koordinator Pengelola Jurnal Universitas Cenderawasih Papua. Sedangkan peserta workshop sebanyak 30 orang dari mahasiswa pascasarjana Program Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultur dan Program Hukum Keluarga  Islam (HKI) IAIN Fattahul Muluk Papua. Juga diikuti secara daring oleh 50 mahasiswa pascasarjana dari program PAI dan HKI IAIN Fattahul Muluk Papua yang ada di Merauke, Papua Selatan. (ist/tri)

newsportal

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

19 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

20 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago