

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, M.Pd saat membuka Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi yang digelar oleh Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua, di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Sabtu (27/5/2023). (Foto/Ani for Cepos)
JAYAPURA-Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, M.Pd menegaskan bahwa salah satu syarat untuk mengambil ijazah adalah dengan membawa bukti hasil penelitiannya yang sudah dipublikasi di jurnal yang bereputasi.
“Salah satu syarat ambil ijazah adalah harus bawa jurnalnya ke kampus, baru bisa ambil ijazah. Kalau tidak, berarti tidak bisa ambil ijazah,” tegasnya saat menyampaikan sambutan pada acara Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua, di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Sabtu (27/5)
Pihaknya menjelaskan publikasi hasil penelitian ke Jurnal Bereputasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana, bahkan tidak hanya mahasiswa pascasarjana.
“Di perguruan tinggi manapun menjadi syarat bahwa penelitiannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Bukan hanya skripsi atau tesis saja. Tapi harus dipublikasi ke Jurnal yang sudah terakreditasi, supaya tulisan kita diakses dan dibaca oleh orang banyak dan bermanfaat untuk orang banyak,” jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua mewujudkan kegiatan workshop ini supaya para mahasiswa dilatih bagaimana cara menulis yang baik, mulai dari latar belakang, teori maupun hasil penelitiannya agar bisa dipublikasi di jurnal bereputasi, walaupun Jurnal Sinta 5 (akreditasinya paling rendah).
Di tempat yang sama, Direktur Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Faisal,S.Ag, M.H.I., menjelaskan bahwa saat ini sudah menjadi tuntutan bagi mahasiswa di semua tingkatan, baik di jenjang Strata 1 (S1), Strata 2 (S2) maupun Strata 3 (S3) bahwa ending dari hasil penelitiannya harus dipublikasikan di jurnal bereputasi.
“Ini menjadi persyaratan untuk menyelesaikan studi, termasuk di program pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua. Ini sudah menjadi ketentuan nasional bahwa hasil penelitian mahasiswa harus dipublikasi. Oleh karena itu pascasarjana memfasilitasi para mahasiswa untuk melakukan pelatihan bagaimana menulis jurnal dan ini setiap tahun kita lakukan untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya semester 3 dan 4,” paparnya.
Workshop ini menghadirkan pemateri Dr. Suharno, M.Si, yang merupakan koordinator Pengelola Jurnal Universitas Cenderawasih Papua. Sedangkan peserta workshop sebanyak 30 orang dari mahasiswa pascasarjana Program Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultur dan Program Hukum Keluarga Islam (HKI) IAIN Fattahul Muluk Papua. Juga diikuti secara daring oleh 50 mahasiswa pascasarjana dari program PAI dan HKI IAIN Fattahul Muluk Papua yang ada di Merauke, Papua Selatan. (ist/tri)
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…