Categories: PARIWARA

Vaksinasi Anak di Klinik Polres Terkendala Dokter Anak

WAMENA—Polres Jayawijaya memastikan jika pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilakukan sejak minggu lalu, namun masih terkendala dengan kurangnya dokter spesialis anak, yang seharusnya ada untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak —anak yng dibawa orang tuanya untuk divaksin di Klinik Polres Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei. AB, SE menyatakan, untuk anak-anak  baru berapa saja yang  divaksin. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan vaksinasi anak itu, yakni Klinik Polres belum memiliki dokter spesialis anak.

“Kami mengharapkan pemerintah memberikan bantuan untuk melakukan vaksin terhadap anak, persyaratanya kita harus ada dokter anak untuk mendampingi kita,  sehingga nanti kalau ada anak-anak yang dilakukan vaksin, sudah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter itu,”ungkapnya, Kamis (17/2 kemarin.

Pihaknya berharap Pemkab Jayawijaya bisa mengirim dokter anak yang ada di Jayawijaya untuk pada jam-jam tertentu paling tidak jam 12 ke atas bisa bergeser ke Klinik Polres karena masyarakat tahunya bahwa klinik ini melayani jam 1 ke atas.

Kapolres Jayawijaya mengatakan, secara umum, Polres Jayawijaya sudah melakukan vaksin capai 43.473 vaksin pertama atau 26,21 persen, untuk vaksin kedua baru 41.582 atau 25,07 persen.

“Harapannya, untuk dosis 3 yang sudah tervaksin 1 dan 2, enam bulan kemudian baru bisa dilakukan vaksin Booster, makanya capaian untuk vaksin ke 3 ini masih kurang karena harus ada interval waktu, jarak vaksin 1, 2 ketiga itu enam bulan ke depan,”ungkapnya.

Kapolres juga mengaku baru melakukan video confrens  dengan presiden dan Kapolri  terkait vaksin serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia pada 17 dan 18.  Sehingga hari ini  seluruh Polres mendengar arahan presiden terkait dengan percepatan vaksin untuk seluruh Indonesia dan penggunaan masker.

“ Kita tetap melakukan perintah yang telah dikeluarkan presiden, dengan melakukan vaksinasi serentak serta mulai mewajibkan masyarakat menggunakan masker,”ujarnya.

Safei menegaskan, dalam penggunaan masker bila perlu menggunakan dua lapis untuk mengatisipasi virus Omicron, sebab jika dilihat, angka penularan Covid -19 ini setiap hari mengalami peningkatan.

“Kita akui sebagian masyarakat kita yang ada di kota ini sudah mengalami vaksin satu dan dua, sedangkan Lansia masih terbatas, namun kita juga akan menerapkan penggunaan masker bagi masyarakat,”tutupnya. (jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

13 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

14 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

15 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

16 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

18 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

19 hours ago