

Pj Gubernur Papua Pegunungan Dr Velix Vernando Wanggai menyapa para peserta didik yang ada di Lanny Jaya.
Pesan Sejuk untuk Pemilu Damai dari Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai.
JAYAPURA – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres dan Pileg pada 14 Februari mendatang. Pj Gubernur Papua Pegunungan, Dr Velix Vernando Wanggai, S.I.P., M.P.A menyambangi beberapa wilayah yang ada di Papua Pegunungan diantaranya Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang dan Lanny Jaya.
Apa yang dilakukan Pj Gubernur Papua Pegunungan tersebut, untuk memastikan sukses dan amannya proses pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) di wilayahnya.
Bahkan bertempat di Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Pj Gubernur Papua Pegunungan serukan lima pesan Tiom untuk Pemilu damai.
Pj Gubernur mengatakan, Pemilu adalah momentum terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menentukan arah perjalanan pemerintahan dan pembangunan nasional dan daerah, termasuk di Provinsi Papua Pegunungan.
“Sebagai Provinsi baru di tanah Papua, semangat otonomi khusus Papua adalah memberi perlindungan, pemberdayaan dan percepatan dalam konteks afirmasi/keberpihakan bagi orang asli Papua,” kata Gubernur, sebagaimana rilis yang dikirimnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (11/2).
Untuk itu kata Gubernur, dalam memasuki hari-hari menuju Pemilu 14 Februari 2024 dan pasca hari pencoblosan. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan pesan, ajakan, dan harapan kepada semua pihak, termasuk seluruh masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan diantaranya lima pesan Pemilu damai yakni.
Pertama, sebagai provinsi baru, Pemilu 2024 adalah momentum strategis yang pertama kali dalam sejarah kepolitikan di Provinsi Papua Pegunungan. Oleh sebab itu, semua penduduk Papua Pegunungan yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2024 diminta ikut berpartisipasi melaksanakan pesta demokrasi ini dengan aman, lancar, bebas dan damai.
“Iklim yang damai juga menjadi prasyarat bagi percepatan pembangunan Papua Pegunungan,” kata Gubernur Velix Wanggai.
Kedua, menjadikan Pemilu 2024 sebagai momentum politik sukacita, penuh suasana kekeluargaan dan kebersamaan di tengah keberbedaan dan keragaman pilihan politik.
Ketiga, sebagai bagian dari identitas dan jati diri orang asli Papua Pegunungan, Pemilu 2024 adalah ruang kesempatan utama bagi wakil orang asli Papua Pegunungan di arena pengambilan kebijakan di legislatif baik di tingkat nasional, provinsi dan maupun kabupaten.
“Karena itu, keterwakilan OAP di lembaga legislatif merupakan langkah rekognisi dan eksistensi peran OAP dalam politik keindonesiaan,” ujarnya.
Page: 1 2
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…