Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga meminta kepada warga jemaat GKI Klasis Keerom untuk bergerak cepat dalam menangkap momentum dan peluang. “Pemda Keerom berkomitmen memperhatikan semua agama di Keerom menyongsong Pesparawi,” ujarnya.
Bupati Gusbager juga mengingatkan agar seluruh umat beragama di Kabupaten Keerom untuk sama-sama menjaga kedamaian antar umat beragama.
“Saya tidak mau Kabupaten Keerom tercoreng namanya karena ada konflik yang mengatasnamakan agama. Sebab pemerintah Piter – Wahfir mengajak semua agama untuk sama-sama berdiskusi untuk masa depan Keerom yang damai dan sejahtera,” ucapnya.
Kemudian Wakil Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andre Kakiai mengatakan bahwa usia 17 tahun merupakan usia yang dewasa bagi Klasis GKI Keerom.
“Kami berharap 17 tahun pelayanan GKI di Klasis Keerom semakin menyentuh dan tahun ini kami canangkan tahun pembaharuan. Dulu malas sembahyang harus rajin karena kita mau perbaharui,” ujarnya.
“Jadi Klasis Keerom kita bersuka cita di usia 17 ini kita tingkatkan pelayanan. Dan terimakasih kepada bapak Bupati yang sudah melantik panitia Pesparawi sekaligus melaksanakan festival budaya dan hasil bumi,” pungkasnya. (eri/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, setelah tiga tahun mengalami kevakuman, KNPI Kota Jayapura dengan kepengurusan baru tidak boleh…
Tugu yang menjadi salah satu penanda kawasan Abepura tersebut secara resmi diresmikan pada Selasa…
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas…
Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…
Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…