Categories: PAPUA TENGAH

Tinjau Proses PPDB di SMAN 2 Jayapura

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait turun lapangan meninjau sendiri Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 2 Jayapura, Senin (22/6) kemarin. (FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait turun lapangan meninjau sendiri Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 2 Jayapura, Senin (22/6) kemarin.

“Terdapat 3 hal yang ingin kita lihat dari proses PPDB ini. Pertama, kalau proses PPDB secara online maka harus benar-benar dilakukan. Jangan sampai diumumkan online, tapi prakteknya offline,” terang Christian Sohilait, Senin (22/6) kemarin.

 Yang kedua, pihaknya ingin melihat ruang belajar di sekolah yang disinkronisasi dengan calon peserta didik yang akan diterima. Untuk SMAN 2 Jayapura, berdasarkan laporan yang disampaikan kepala sekolah, SMAN 2 Jayapura akan menerima 360 peserta didik baru.

 “Tapi yang sudah mendaftar mencapai 480 anak (hingga Senin, 22/6, kemarin). Kita akan coba membuat skenario hingga bisa menampung banyak peserta didik. Memang satu kelas itu biasanya menampung hingga 36 pelajar. Namun, sedang dibuat skenario oleh sekolah, apakah dalam satu kelas itu dapat menampung hingga 40 pelajar. Dengan catatan, kami dari DPPAD juga menyiapkan ruang kelas,” tambahnya.

 Dengan situasi  Covid seperti ini, pihaknya ingin sekolah membuat beberapa skenario tentang penerimaan, khususnya ruang belajar dan jumlah anak yang diterima. 

 ‘’Kalau ada masalah di Dapodik atau persoalan ke tingkat pusat, itu bisa disampaikan ke DPPAD Papua, kami akan bantu selesaikan masalah tersebut,” tambahnya.

 Sohilait juga meminta agar pihak sekolah memperhatikan PPDB dengan memperhatikan porsi antara Anak Asli Papua dan Non Papua.

“Luar biasa karena di SMAN 2 Jayapura ini, 60 persen adalah Anak Asli Papua dan sisanya adalah anak Non Papua. Bahkan dari 60 persen anak Papua ini dibagi lagi, yakni anak asli Port Numbay dan anak Papua lain,” jelasnya.

Sohilait menegaskan, jangan sampai terdapat anak yang ingin bersekolah namun menemui kendala yang disebabkan oleh sekolah maupun DPPAD Papua. Kalau hal tersebut terjadi, maka hal tersebut akan ia intervensi. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Kios Klontongan Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…

13 hours ago

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

14 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

15 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

16 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

17 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

18 hours ago